30 C
Semarang
, 24 October 2021
spot_img

Jeni NS, Usaha Turun Temurun yang Sukses Berumur Panjang

Demak, Jatengnews.id – Walaupun beda pemimpin, usaha produk makanan jadul kue wijen, kue bintang dan kue satelit produksi Jeni NS yang telah dikelola secara turun temurun tetap langgeng dan eksis di tengah gempuran makanan modern yang membanjiri pasar.

Misnaena, generasi kedua pemilik produk Jeni NS mengungkapkan, usaha kue kering jadul itu telah dilakukan mulai tahun 1973 yang dipelopori oleh sang ayah. Namun, sepeninggalnya sang ayah di tahun 2010, lantas dirinya menjadi roda penggerak berputar nya usaha makanan ringan nan enak itu.

“Alhamdulillah peminat nya masih banyak, cuma karena pandemic Covid-19 tetep pengaruh buat produk kami, tapi tetep ada omset yang masuk meski tidak seperti biasanya,” ujarnya sembari memperlihatkan produk Jeni NS.

Produk kue kering Jeni NS, kata Misnaena, saat ini telah menguasai pasar di Jawa Tengah, dimana hampir di setiap pasar telah ada agen yang memasarkannya. Usaha produk rumahan itu juga telah membantu menyejahterakan 14 karyawan yang setia melewati pasang surutnya usaha.

“Saat ini ada 14 karyawan yang dimasa pandemi Covid-19 ini tidak kami putus kerjanya atau kami rumahkan. Meski produksi tidak seperti biasanya mereka tetap bekerja,” jelasnya.

Owner Jeni NS menunjukkan produk kue kering hasil produksinya. (Nizar)

Untuk memanjakan lidah para konsumen yang telah setia menikmati jajanan jadul tersebut, Jeni NS diproduksi 100 kilo per harinya. Bahkan sebelum pandemi Covid-19, Misnaeni mengaku memproduksi jajanan jadul itu tanpa mengenal hari libur.

“Pemasaran kita fokusnya ke pasar tradisional, dan untuk pusat oleh-oleh itu merupakan target pasar selanjutnya untuk dikonsumsi oleh menengah ke atas,” ujarnya.

BACA JUGA:  Polda Jateng Siapkan 8.452 Posko PPKM untuk Mendata Pemudik

Karena telah masuk pusat oleh-oleh, Jeni NS pun kini memiliki ijin edar PIRT dan Halal. Dengan merambah pusat oleh-oleh di daerah Kabupaten Demak, Kudus, dan Kota Semarang.

“Harga rata-rata Rp 15.000. Produknya tidak pakai bahan pengawet dan alat-alat nya masih manual semuanya. Ijin sudah PIRT dan Halal yang difasilitasi oleh Dinas Perdagangan, Koperasi, UKM (Dindagkop UKM),” ungkapnya.

BACA JUGA:  Hendi Garap Pasar Bulu Semarang Jadi Bulu Creative Market

Peran serta Dinas Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Kabupaten Demak sangat penting bagi perkembangan usaha. Berbagai macam fasilitas baik pembinaan, pelatihan dan pemdampingan usaha terus dilaksanakan. Mulai dari perizinan Sertifikat Produk Pangan Industri Rumah Tangga (SPP-IRT), Fasilitasi Sertifikasi Halal hingga pengelolaan manajemen usaha , keuangan dan pemasaran.

Rumah produksi Jeni NS yang berada di Desa Brambang RT 1 RW 3 Kecamatan Karangawen, memiliki omset sekitar Rp 10 juta dalam sebulan sebelum pandemi Covid-19. Akan tetapi setelah pandemi melanda, penurunan dirasakan sampai 50 persen.

“Biasanya kalo tidak pandemi kan banyak acara dan mereka menyuguhkan jajanan jadul kita untuk para tamu. Seperti hal nya hajatan. Tapi karena pandemi banyak acara di tiadakan dan pasar yang jadi target kita juga dibatasi, itu pengaruh,” bebernya.

“Tapi Alhamdulillah ada banyak pelajaran yang didapatkan dari adanya pandemi ini. Saat ini mulai bergeliat lagi sedikit demi sedikit, untuk pemesanan bisa langsung ke tempat produksi atau via WA +62 813-2679-5974,” tutupnya. (Adv/Nizar-02)

Berita Terkait

Berita Terbaru

- Advertisement -spot_img

Berita Pilihan