32 C
Semarang
, 9 July 2021
spot_img

Jualan Snack, Erawati Kuliahkan Dua Anak Hingga Bekerja di Bea Cukai

Semarang, Jatengnews.id – Tak ada harapan yang lebih besar kecuali masa depan yang baik bagi sang anak, sebagai orang tua ikhtiar lahir batin siang-malam terus dijalankan.

Kiranya begitu apa yang dilakukan oleh Sudarmi Erawati (61), pemilik usaha snack Cakar Ayam “Romas” Semarang. Dari usaha cemilan ringan itu, ia berhasil menyekolahkan kedua anaknya hingga ke perguruan tinggi ternama di Indonesia.

Anak pertamanya bernama Roro, alumni Universitas Semarang (USM). Sedangkan anak keduanya bernama Dimas, lulusan Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN), dan sekarang sudah bekerja di perusahaan Bea Cukai.

Erawati sapaan akrabnya, mengatakan nama Snack Cakar Ayam “Romas” miliknya itu, berasal dari gabungan nama depan kedua anaknya, yaitu Roro dan Dimas. Dirinya menekuni bisnis cemilannya sejak tahun 2005.

Genap lima belas tahun sudah dirinya menjalani lika liku bisnis itu. Saat awal merintis, Dia memasarkan produk snack ringannya tersebut dengan menggunakan sepeda. Berkeliling dari sekolahan hingga ke pasar-pasar di Semarang, untuk menawarkan produk snacknya.

Semua itu, dilakukan Erawati untuk menghidupi keluarga dan menyekolahkan kedua anaknya. Saat itu suaminya hanya bekerja sebagai seniman dengan gaji pas-pasan.

Dikatakan, dari penghasilan usaha snacknya itu digunakannya untuk membiayai sekolah anak-anaknya, dari Sekolah Menengah Pertama (SMP) hingga ke Perguruan Tinggi.

Meski saat ini kedua anaknya sudah lulus, bekerja, dan berkeluarga, dirinya tetap menekuni bisnis Snack Cakar Ayam “Romas”. Dari bisnisnya itu ia mengaku sangat bersyukur, cita-citanya untuk menyekolahkan kedua anak sampai jenjang perguruan tinggi akhirnya terwujud.

“Saya tidak bisa memberi kekayaan kepada anak-anak saya. Yang bisa saya berikan ya hanya pendidikan kepada anak-anak itu. Itulah tekad saya dari dulu, supaya anak-anak bisa berpendidikan. Sebab dulu, saya kuliah saja tidak tuntas, karena terkendala biaya,” paparnya, saat ditemui di Rumahnya, Pusponjolo Selatan IV Nomor 12, Kelurahan Bojongsalaman, Kecamatan Semarang Barat, tempo hari.

BACA JUGA:  Pasar Sukorejo Kendal Kebakaran

Seiring berjalannya waktu, kini bisnis yang dijalankan Erawati sudah mulai banyak dikenal orang. Bahkan pemasarannya sudah menjangkau kota-kota besar, seperti Banjarmasin dan Jogja. Untuk pemasaran di Kota Semarang, dirinya bekerjasama dengan Toko Oleh-Oleh, dan beberapa Koperasi di Semarang.

Sedangkan untuk omzet dari bisnisnya tersebut, Dia mengaku per bulan mampu mengantongi keuntungan hingga Rp 10 juta per bulan.

BACA JUGA:  Menang Penalti 4-2, Italia ke Final Piala Eropa 2020

“Alhamdulillah, kalau sebelum pandemi itu omzet bisa 10 juta per bulan. Sekarang karena pandemi dampaknya terasa banget, ya masih bisa untung 5 juta per bulan. Tapi ya tetap saya syukuri. Untuk yang paling ramai, biasanya saat lebaran, kadang bisa sampai menghabiskan 2 kwintal snack,” terangnya.

Dibalik berkembang pesatnya bisnis yang ia jalankan, terselip kebiasaan menarik yang tidak bisa Erawati tinggalkan. Yakni perihal pemasaran, setiap ada acara selalu membawa produk Cakar Ayam “Romas”.

“Kalau ada reuni sekolah, saya bawa snack dan saya tawarkan ke teman-teman. Bahkan pernah itu, saat ada kegiatan senam saya juga buka lapak jual snack. Jadi pulang bisa dapat penghasilan, tidak hanya sekadar menghabiskan waktu atau uang. Kuncinya ya hindari gengsi, dan yang penting tidak menyakiti ataupun mengambil hak milik orang lain,” ujarnya

Di usia nya yang tidak muda lagi, Erawati mengatakan akan terus menjalankan bisnisnya itu. Ia berharap bisnisnya tersebut bisa dilanjutkan oleh anaknya.

“Selama masih mampu bekerja dan kesehatan mendukung, saya akan terus bisnis snack ini. Biar nanti ke depan anak saya yang melanjutkannya,” harapnya.

Sebagai informasi, snack Cakar Ayam “Romas” dijual mulai Rp 12 ribu berat 100 gram. (Zaidi-01).

Berita Terkait

Berita Terbaru

- Advertisement -spot_img

Berita Pilihan