28 C
Semarang
, 15 June 2021
spot_img

Kemenag Jateng: Shalat Idul Fitri Hanya Boleh di Zona Hijau dan Kuning

Semarang, Jatengnews.id – Pelaksanaan shalat Idul Fitri berjamaah di tempat ibadah di Jawa Tengah hanya akan dilakukan di daerah kategori zona hijau dan kuning.

“Sedangkan daerah yang masih masuk zona oranye hingga merah dilarang karena dikhawatirkan akan menjadi klaster penularan Covid-19,” kata Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

Ganjar menuturkan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan Kemenag Jawa Tengah untuk memetakan daerah-daerah yang diperbolehkan melakukan shalat Idul Fitri berjamaah dan yang dilarang di tempat-tempat ibadah.

“Dan kita minta dukungan dari seluruh lapisan masyarakat, termasuk menyiapkan tempat ibadah solat Idul Fitri. Yang boleh itu daerah zona kuning dan hijau,” ujarnya tambahnya.

Untuk pemetaan, jelas dia, akan dilakukan bekerjasama dengan Kemenag, mulai dari tingkat yang paling kecil, yakni desa dan kelurahan.

“Kita akan sampaikan, kita akan petakan dari yang paling kecil yakni desa dan kelurahan. Untuk yang masih zona merah dan oranye tidak boleh menyelenggarakan solat Idul Fitri. Seperti tahun lalu solatnya di rumah, tidak perlu diperdebatkan,” terangnya.

BACA JUGA:  Undip Targetkan 10 Persen Pengajarnya Berkualifikasi Guru Besar Segera Terpenuhi

Bukan hanya shlat Idul Fitri, Ganjar juga menyampaikan terkait zakat dan shalat terawih. Aktivitas ibadah di Bulan Ramadhan tersebut juga harus mempertimbangkan protokol kesehatan.

“Musola dan tempat ibadah untuk solat terawih harus ketat (protokol kesehatan). Dan pembagian zakat jangan sampai menimbulkan kerumunan,” tuturnya.

Sementara, Kakanwil Kemenag Jawa Tengah, Musta’in Ahmad menjelaskan bahwa untuk beberapa hari ke depan pihaknya masih akan memetakan wilayah yang boleh dan tidaknya melaksanakan shalat Idul Fitri secara berjamaah.

BACA JUGA:  Prakiraan Cuaca, Jumat 11 Juni 2021 Pegunungan Tengah, Pesisir Selatan, Solo Raya Hujan

“Iya, ke depan ini kita petakan wilayah mana yang boleh atau tidak melaksanakan shalat Idul Fitri berjamaah. Untuk yang boleh itu kategori hijau dan kuning. Pemetaan itu sampai di tingkat desa dan kelurahan,” jelasnya.

Sedangkan zakat fitrah dan lainnya akan dilaksanakan tanpa menimbulkan kerumunan. Secara teknis, pembagian zakat akan melibatkan lembaga untuk menyalurkan ke rumah-rumah bagi penerima.

“Nanti zakat akan diberikan ke rumah-rumah bagi yang menerima. Tidak berkumpul di masjid. Bisa kerjasama lembaga seperti remaja masjid dan lainnya,” tandasnya. (Ody-01).

Berita Terkait

Berita Terbaru

- Advertisement -spot_img

Berita Pilihan