34 C
Semarang
, 25 September 2022
spot_img

Keripik Gedebog, Cemilan Unik Buatan UMKM Kota Wali yang Wajib di Cicipi

Demak, Jatengnews.id – Salah satu pelaku UMKM Desa Rejosari, Kecamatan Karangawen, Demak menyulap gedebok pisang (batang pisang) menjadi camilan yang menghasilkan cuan.

Namanya Yuni Suswanti, sosok yang juga sehari-hari menjadi guru seni di sekolah. Ia mengaku ide kreatif ini muncul ketika pandemi Covid-19 melanda Indonesia.

“Waktu awal pandemi aktivitas sebagai guru kesenian terhenti. Dari pada saya bengong di rumah, saya berpikir mau bikin apa ya, akhirnya saya memutuskan bikin keripik pisang,” ungkapnya pada tim Jatengnews.id, Kamis (15/09/2022).

Baca juga: Ini Wisata Kuliner Demak yang Wajib Food Hunter Cobain

Rupanya, niat Yuni untuk membuat keripik pisang harus pupus. Pisang yang ia tanam sendiri, hilang dan hanya menyisakan gedeboknya saja. Tak hanya tanaman miliknya, tetangganya juga kehilangan pohon pisang yang sudah berbuah.

“Setiap panen, pisang yang ditanam suami saya selalu hilang. Sudah sampai enam kali pisang hilang terus. Kalau pisangnya hilang, saya tidak dapat apa-apa. Akhirnya dibuatlah keripik debok itu,” ujarnya.

Yuni mengklaim bahwa produsen keripik debok pertama yang ada di Kecamatan Karangawen, bahkan Kabupaten Demak adalah dirinya. Hal ini terbukti dari undangan-undangan pelatihan dari berbagai pihak baginya untuk memberikan materi pembuatan keripik debok pisang.

Produk keripik gedebog.(Foto:ist)

Lebih lanjut inspirasi pembuatan debok pisang memang ia cari melalui internet. Dari sana dirinya juga mengetahui bahwa di negara lain, debok pisang memang sudah dimanfaatkan untuk dikonsumsi.

Bahkan, produk keripik debok ini sudah ia kirimkan hingga ke Singapura dan Hongkong.

“Walaupun tidak secara ekspor karena kami masih ada keterbatasan untuk izinnya. Izin edar untuk keripik debok pisangnya juga sudah ada,” ungkapnya.

Hadirnya keripik debok pisang di Demak menurutnya menggaet banyak masyarakat yang penasaran untuk mencoba. Tekstur keripik yang gurih dan renyah dipadukan empuk dari debok pisang membuat cita rasa tersendiri.

“Mungkin di luaran ada juga yang mencoba membuat keripik debok. Tapi produk saya ada kekhasan tersendiri yaitu rasa rendang,” katanya.

Minat masyarakat sejak awal dirilisnya keripik debok pisang juga menurut Yuni terus meningkat.

Jenis pohon yang ia gunakan adalah pisang kepok yang menurutnya tidak memiliki rasa sepat. Proses produksi juga tidak bisa dikatakan cepat karena selain masih produksi rumahan, beberapa teknik perlu diterapkan dalam pengolahan ini.

“Kalau potong pohon pisang sore ini, besok pagi baru bisa goreng. Karena ada proses perendaman dengan air garam untuk menghilangkan getah juga,” jelasnya.

Produk yang ia pasarkan dengan nama Keripik Yunnys ini bisa dipesan melalui google business dan juga Shopee dengan kata kunci “Keripik Yunnys”.

“Dijual per kemasan untuk reseller Rp14 ribu seberat 75 gram,” imbuhnya.

Selain keripik debok, ternyata Yuni membuat juga keripik pare dan keripik jamur. Melalui penjualan keripik jamur dan debok saja, ia mengaku mendapatkan untung hingga Rp20 juta di Hari Raya Idul Fitri tahun kemarin.

Ia berharap, masyarakat tidak memandang remeh keripik debok pisang ciptaannya. Menurutnya apa yang Yuni kerjakan merupakan sebuah proses mengubah bahan tak bernilai menjadi memiliki nilai ekonomis.

Baca juga: Main ke Demak Manfaatkan Sipartali, Informasi Kuliner, Wisata hingga Homestay Lengkap

Saat ini Yuni tengah mencoba membuat alat untuk memotong debok pisang. Dengan begitu, proses produksi bisa lebih cepat dan bisa dijual lebih murah lagi.

“Kemarin dari pengabdian mahasiswa sudah ada yang sempat membuat, tapi masih perlu pengembangan,” ujarnya.

Dirinya juga membuka kesempatan bagi reseller untuk memasarkan keripik debok ciptaannya.

“Bisa kontak melalui WhatsApp di +62 895-4125-19254,” pungkasnya. (Adv/Nizar-02)

Berita Terkait

Berita Terbaru

- Advertisement -spot_img

Berita Pilihan