28 C
Semarang
, 15 June 2021
spot_img

Kisah Kegigihan Ahmad Zaidi, Dari Kuli Bangunan Hingga Sukses Ternak Kambing dan Bibit Tanaman

Semarang, Jatengnews.id – Berbicara sebuah usaha tentu tak lepas dengan sebuah proses, dari titik nol hingga menuai keberhasilan.

Hal itulah yang tercermin dar peternak kambing asal Mijen, Semarang, Ahmad Zaidi (40). Bermodalkan dua ekor kambing betina sebagai indukan lambat laun menjadi puluhan.

Zaidi mengatakan, ketika memulai berternak kambing statusnya masih pekerja proyek. Namun berkat kerja kerasnya kuli dan peternak kini menuai keberhasilan.

Ia tak menampik untuk melakukan keduanya bukanlah perkara mudah, sebab waktu dan tenaganya akan terkuras habis.

“Saya kuwalahan, sebab saat itu saya juga kerja di proyek. Pagi ambil rumput, dan jam setengah delapan berangkat kerja proyek. Pulang dari proyek langsung ambil rumput untuk pakan kambing,” katanya saat di rumahnya kepada awak media di Dukuh Kuncen Kelurahan Bubakan, Kecamatan Mijen belum lama ini kepada jatengnews.id.

Diceritakan, untuk mengembangkan ternaknya mulanya meminjam kambing pejantan milik tetangga. Selang beberapa tahun kini kambing miliknya mencapai 25 ekor.

Zaidi menambahkan, pada awalnya Ia fokus di penggemukan kambing pejantan tapi lambat laun dirinya merambah ke ternak kambing perah jenis PE (Peranakan Ettawa). Sebagian penggemukan kambing, sebagiannya lagi kambing perah.

“Alasannya ya, karena kan penggemukan kambing biasanya pangsa pasarnya saat Idul Adha dan aqiqah. Jadi untuk penghasilan harian itu saya tidak ada. Kemudian muncul ide itu, ternak kambing perah, di mana susunya bisa dijual,” ujarnya.

Ia juga mengakui dengan memelihara kambing perah rupanya prediksinya meleset, pasalnya susu dari kambing perah tidak setiap terjual setiap hari. Bahkan pernah menumpuk di friser tetangga karena tidak terjual.

BACA JUGA:  Pungli Berkedok Zakat, Wali Kota Solo Copot Lurah Gajahan

“Dulu saya nitip di tetangga. Tapi kan tetap harus beli friser sendiri. Nah, dari penjualan susu, uangnya saya kumpulkan untuk membeli friser, secara kredit,” katanya mengenang waktu itu.

Ia tak menyerah begitu saja dengan kondisi susu yang tak terjual setiap hari. Pada akhirnya berkonsultasi ke Dinas Pertanian Kota Semarang untuk memperoleh masukan, hasilnya Ia pun disarankan untuk mengolah susu menjadi yougurt, susu kambing dengan varian rasa, hingga sabun susu.

BACA JUGA:  Sepi Pembeli, Penjualan Ketupat di Pasar Tayu Menurun

“Saya terapkan, dan akhirnya bisa berjalan sampai hari ini. Jadi kalau ada yang pesan untuk obat diabetes, saya sediakan susu original. Kalau anak-anak, suka yang susu varian rasa, seperti rasa coklat, stroberi juga ada. Kalau mau pesan sabun susu di sini juga ada,” paparnya.

Tidak berhenti di situ, pria kelahiran Jepara tersebut kini sudah berkembang ke ranah pertanian. Seperti pengolahan limbah kotoran kambing menjadi pupuk kompos, hingga penjualan bibit tanaman.

“Kotoran kambing kami giling dan difermentasi jadi pupuk kompos yang siap pakai. Bahkan saya juga jual bibit tanaman, ada bibit anggur, cabai, terong,” tambahnya.

Adapun untuk memasarkan produk-produknya Zaidi mengandalkan media sosial Facebook, WhatsApp Grup dan Toko online seperti Tokopedia.

Menurutnya, kesuksesan yang diampunya kini tak lain adalah setiap masalah yang ada Ia hadapi dengan dewasa dan memacu untuk terus berpikir dan bergerak.

“Saya itu begini mas, jika kita itu kesulitan pasti kita akan berpikir dan memperoleh jalan keluar. Tanpa kesulitan dan tanpa kesusahan itu ya stagnan, tidak berkembang. Dan masalah itu yang menjadikan kita dewasa,” pesannya. (Zaidi-01).

Berita Terkait

Berita Terbaru

- Advertisement -spot_img

Berita Pilihan