28 C
Semarang
, 15 June 2021
spot_img

Kisah Mega William, Pegiat Literasi Asal Demak di Tengah Generasi Rebahan

Demak, Jatengnews.id – Di tengah riuh rendah dan canda tawa anak-anak yatim piatu Panti Asuhan Darul Hadlonah, berdiri sesosok wanita muda yang bercerita dengan menggunakan boneka tangan. Namanya Mega William Sari, gadis asal Desa Surodadi, Kecamatan Gajah, Demak.

Wanita kelahiran tahun 2000 tersebut adalah sosok di balik berdirinya suatu komunitas bernamaOmah Moco Kalijogo(OMK). Komunitas yang ia bangun bersama salah satu rekannya, Feri Irawan merupakan sebuah wadah yang fokus bergerak dalam bidang literasi.

“Dulu saya ada tugas kuliah berkenaan dengan baca buku untuk masyarakat. Kemudian terpikir kenapa tidak kita lanjutkan karena ini juga bermanfaat untuk banyak orang. Jadi secara tidak sengaja saja OMK ini terbentuk,” ujarnya kepada tim Jatengnews.id setelah kegiatan bersama anak yatim piatu.

Tak hanya sekadar membentuk komunitas, OMK memiliki kegiatan yang rutin dilaksanakan. Di antaranya adalah Buka Lapak Baca dan Safari Book. Buka Lapak Baca merupakan program kegiatan turun ke lapangan secara langsung yang menyediakan tempat untuk orang bebas membaca buku secara cuma-cuma.

Sedangkan untuk safari book, OMK akan meninggalkan 100 buah buku di jejaring literasi desa dan kemudian di minggu berikutnya akan ditukar dengan 100 buah buku dengan judul yang lain.

Perjalanan yang ia tempuh dalam mempertahankan roda berjalannya OMK tidaklah mudah. Bersama rekannya yang lain, ia berusaha menjaga komunitasnya agar selalu bergerak.

BACA JUGA:  Penyelundupan Psikotropika ke Lapas Digagalkan

“Jadi founder dan co-founder itu harus jadi ujung tombak dan ujung tombok (pengorbanan),” tuturnya.

Tak hanya bergerak di bidang literasi, Mega yang juga mengikuti banyak organisasi sering terjun di kegiatan kemanusiaan. Tak jarang dirinya terlihat di dapur umum contohnya ketika bencana banjir merendam Sayung kemarin.

“Relawan tidak dibayar bukan karena mereka tak bernilai, tetapi karena mereka tak ternilai,” ungkapnya mengutip ucapan Anies Baswedan.

BACA JUGA:  Dicueki PDIP, Ganjar Berpeluang Nyapres Lewat Partai Nasdem?

Menjalankan dan mengembangkan kegiatan komunitas khususnya literasi sudah tentu bukan barang yang mudah. Selain menghadapi sumber daya manusia, sumber daya yang lain seperti buku dan keperluan transportasi pastinya membutuhkan biaya. Oleh karena itu, dengan senang hati Mega menerima bentuk bantuan baik berupa barang maupun uang.

“Kami ada brosurnya, donasi bisa datang langsung ke sekretariat di Desa Surodadi RT2/RW2, Kecamatan Gajah, Kabupaten Demak, bisa juga melalui rekening yang tertera,” pungkasnya.

Kegiatan dari OMK sendiri bisa dipantau melalui media sosialnya di Instagram omah_moco_kalijogo. Keuletan dan ketegaran sosok wanita itu agaknya bisa menjadi cermin di masa sekarang. Muda-mudi yang seringkali disemati sebutan “kaum rebahan”, kapankah mau membuat perubahan?. (Devan-01).

Berita Terkait

Berita Terbaru

- Advertisement -spot_img

Berita Pilihan