30 C
Semarang
, 24 October 2021
spot_img

Klaster Pabrik Sepatu, Karyawan Positif Covid-19 Bertambah 111 Orang

Karanganyar, Jatengnews.id – Karyawan yang positif Covid-19 di salah satu pabrik sepatu yang berada di Dusun Jumog Desa Jaten Kecamatan Jaten, terus bertambah. Hingga hari Kamis (24/04/2021) sore jumlah yang dinyatakan terkonfirmasi positif Covid-19 mencapai 111 orang. Sebelumnya, hanya 108 karyawan.

Kepala Desa Jaten, Harga Satata melalui sambungan telepon selularnya Jumat (25/06/2021) membenarkan terjadinya penambahan jumlah karyawan yang terkonfirmasi positif Covid-19 tersebut.

“Memang ada penambahan mas. Kita terus berkoordinasi dengan managemen perusahaan agar penyebaran virus ini tidak meluas,”ujarnya.

Terpisah,  Camat Jaten Dwi Sapto Aji menyampaikan, sampai saat ini telah dilakukan swab test terhadap 300 karyawan pabrik sepatu dari total 500 karyawan yang ada.

“Masih ada 200 karyawan yang belum. Informasi yang saya terima, ke 200 karyawan itu akan di swab di Karanganyar,”jelas Dwi Sapto Aji.

Dikatakannya, untuk memutus mata rantai penyebaran, pihaknya juga melakukan tracing terhadap perusahaan terdekat dalam hal ini PT SKI,  serta para pedagang sekitar pabrik sepatu.

BACA JUGA:  Kisah Ulil, Kuliah Modal Nekat Hingga Jadi Jutawan

Dwi mengungkapkan, berdasarkan hasil tracing secara acak yang dilakukan terhadap karyawan pabrik  PT SKI yang dekat dengan perusahaan sepatu, dari 20 sampel yang diuji, seluruhnya dinyatakan negatif.

‘’Tidak hanya pabrik sepatu, tapi dari sejumlah perusahaan juga kita tracing. Termasuk pabrik SKI.  Dari 20 sampel hasilnya negatif semua,”kata dia.

Sementara itu, berdasarkan pantauan Jatengnews.id di laboratorium kesehatan DKK Karanganyar yang berada di komplek perkantoran Cangakan, hanya sedikit karyawan yang datang untuk mengikuti swab test.

BACA JUGA:  Antisipasi Ancaman, BNPT Lakukan Ini

Salah satu petugas Laboratorium kesehatan DKK Karanganyar Tri Eko Yekti mengungkapkan, jadwal swab test hari ini dilakukan terhadap 33 karyawan pabrik sepatu, yang hadir hanya 3 orang

“Informasi yang kami terima, para karyawan tersebut tidak bisa datang ke laboratorium. Pasalnya pabrik telah diliburkan sehingga tidak dikoordinasikan dengan baik,”ungkapnya.(Iwan-02)

Berita Terkait

Berita Terbaru

- Advertisement -spot_img

Berita Pilihan