31 C
Semarang
, 22 October 2021
spot_img

KRBA Coffee Khas Demak, Sajikan Kopi Herbal dengan Berbagai Macam Khasiat

Demak, Jatengnews.id – Rempah-rempah dipercaya membuat tubuh lebih sehat dan berkhasiat memompa stamina, ditambah kala dinikmati bersama kopi setiap hari. Dimana kopi saat ini merupakan salah satu komoditas di dunia yang dibudidayakan lebih dari 50 negara.

Ada dua spesies pohon kopi yang dikenal secara umum, yakni Kopi Robusta (Coffea canephora) dan Kopi Arabika (Coffea arabica). Sejarah mencatat bahwa penemuan kopi sebagai minuman berkhasiat dan berenergi pertama kali ditemukan oleh Bangsa Etiopia di benua Afrika sekitar 3000 tahun (1000 SM) yang lalu.

Kopi kemudian terus berkembang hingga saat ini menjadi salah satu minuman paling populer di dunia yang dikonsumsi oleh berbagai kalangan masyarakat. Sedangkan Indonesia sendiri telah mampu memproduksi lebih dari 400 ribu ton kopi per tahunnya.

Di samping rasa dan aromanya yang menarik, kopi juga dapat menurunkan risiko terkena penyakit kanker, diabetes, batu empedu, dan berbagai penyakit jantung (kardiovaskuler). Seperti olahan kopi herbal dari Kabupaten Demak, yakni Kopi Racik Bumbu Arab (KRBA) Coffee yang beralamat di , Jl. Karangrejo KM 1, Cluster Puri Nirwana Blok F06 Wonosalam Demak diyakini para penikmatnya mampu menyembuhkan berbagai macam jenis penyakit.

Pilihan produk KRBA Coffee. (Foto: Nizar)

Co-founder KRBA Coffee, Don Saefal mengungkapkan, bermula di tahun 2014 dengan memasarkan di media sosial Facebook, KRBA Coffee mendapatkan respon dari buyer yang bertempat tinggal di Jakarta. Dimana konsumen tersebut setelah merasakan kenikmatan KRBA Coffee dan merasakan khasiatnya, ia berulang kali memesannya kembali.

“Tapi karena kita kekurangan modal, akhirnya sistem Pre Order (PO) dengan dia pesen 5 pcs seminggu baru jadi terus kita kirim. Dan satu bulan kemudian pesen lagi 50 pcs,” ujarnya menceritakan awal berdirinya PT Baba Kumis Alwaini yang memproduksi KRBA Coffee.

“Awal mulanya namanya Kopi Racik Bumbu Arab dan bermigrasi jadi KRBA itu setelah kita mengikuti pelatihan ekspor tahun 2019. Jadi tahun 2014-2019 namanya KRBA. Tahun 2021 awal kita masuk Badan POM dan namanya ganti lagi akhirnya disepakati KRBA Coffee,” sambungnya.

Saat ini KRBA Coffee, kata Don, telah dipasarkan ke seluruh Indonesia. Dengan sistem dalam satu provinsi ada distributor, agen, hingga reseller. Dengan dua opsi kemasan, ada kemasan pieces dan sachet untuk sekali seduh.

BACA JUGA:  Niat Jual Motor Curian dengan COD, Komplotan Curanmor Keduluan Diringkus

Harga KRBA Coffee di bandrol Rp 155 ribu untuk kemasan pieces dengan isi 200 gram dan yang sachet Rp 200 ribu untuk satu bok dengan jumlah 25 sachet.

“Sebenarnya ini resep turun temurun dari komposisinya kita tambahkan sedikit herbal yang bermanfaat untuk tubuh. Kadaluarsa sampai dua tahun. Kopi yang di pakai jenis kopi robusta. Untuk khasiat nya kita bukan bilang ini bermanfaat seperti ini bukan, tapi konsumen yang berbicara bahwa bermanfaat untuk berbagai macam penyakit,” paparnya.

BACA JUGA:  Prakiraan Cuaca, Rabu 16 Juni 2021 Pantura Hujan Ringan

Lanjut Don, pemasaran KRBA Coffee sudah sampai pasar internasional, diantaranya yakni Taiwan, Hongkong, Singapura, Brunei Darussalam, Malaysia, hingga Arab Saudi. Dimana pihaknya mulai mengekspor KRBA Coffee mulai tahun 2017 dengan skala masih satu hingga dua koli.

Dinas Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Kabupaten Demak sangat berperan dalam usaha yang dikembangkan oleh KRBA Coffee, salah satu fasilitas yang diberikan yaitu fasilitasi halal. Ini sangat membantu bagi pelaku usaha mikro karena biaya yang digunakan dapat digunakan untuk modal produksi.

Pelatihan secara berjenjang juga sangat membantu dalam usaha KRBA Coffee, fasilitasi pemasaran baik secara online maupun online merupakan wujud nyata dalam pembinaan dan pemberdayaan UMKM di Kabupaten Demak.

“kita juga udah melalui uji laboratorium bahwa produk ini herbal bebas bahan kimia dan obat. Sebagai pendukung karena biasanya orang tanya bahan kimia nya apa. Kita ujikan di laboratorium Saraswati Indo Genetik Bogor. Hasilnya baik dan kafeinya sangat rendah karena kombinasi herba jadi kafeinnya hanya 0,5 persen. Herbalnya ada kopi, kapulaga, cengkeh, jinten hitam, dan ada resep khusus nya,” terangnya.

Sementara di masa pandemi Covid-19 ini, produksi KRBA Coffee cukup menurun, yang awalnya bisa mencapai 5000 pcs kini dalam satu bulan hanya mampu 1000 pcs.

Sedangkan untuk dapat menikmati hangatnya KRBA Coffee bisa di beli melalui Instagram @krba.coffee, Facebook @krba.coffee, dan website krba.coffee. (Adv/Nizar-01).

Berita Terkait

Berita Terbaru

- Advertisement -spot_img

Berita Pilihan