21.7 C
Semarang
, 2 August 2021
spot_img

Melalui Aplikasi Si Pakde, BKD Karanganyar Targetkan Kenaikan Potensi Pajak Daerah

Karanganyar, Jatengnews.id – Badan Keuangan Daerah (BKD) menjalin kerja sama dengan tiga instansi, masing-masing BPN, Perizinan melakukan integrasi data terkait dengan potensi pendapatan daerah yang selama ini belum tergali secara optimal. Terutama untuk objek pajak dan wajib pajak baru.Integrasi data tersebut dimaksudkan untuk memantau kemungkinan adanya objek dan wajib pajak baru yang akan mendongkrak pendapatan asli daerah (PAD).

Hal tersebut dikatakan Kepala BKD Karanganyar Kurniadi Maulato kepada sejumlah wartawan Selasa (15/06/2021). Menurut Kurniadi, integrasi data tersebut, ketiga instansi dapat melakukan pemantauan bersama terhadap wajiib pajak dan objek pajak baru

Dikatakan Kurniadi, integrasi data di tiga intansi tersebut akan diwujudkan ke dalam sebuah aplikasi yang disebut Sistem Informasi Portal Pajak Daerah (Si Pakde).

“Melalui aplikasi  Si Pakde,  kerjasama integrasi data dari  tiga institusi, mulai dari kecepatan pemutakhiran data ini, membuat BKD bisa memantau adanya penambahan calon obyek pajak baru dan wajib pajak baru yang muncul dari BPN ataupun Dinas Perizinan Karanganyar,”jelasnya Selasa (15/06/2021)

BACA JUGA:  Mbak Wiryo Pengembala Kambing Ditemukan Meninggal di Sungai Wirun Anyar Sukoharjo

Kurniadi mencontohkan, jika investor akan mengurus Izin Mendirikan Bangunan Baru (IMB), maka  dapat   terpantau dan diketahui langsung ada obyek pajak baru dan wajib pajak baru dari sektor pertanahan.

“Selama ini kita hanya  menjaring pajak bumi (PBB) saja. Sedangkan adannya penambahan objek pajak lain, tidak terpantau,”ujarnya.

Dikatakannya,  dengan sinergi ini diyakini membawa manfaat yang sangat besar. Apalagi, ujar Kurnadi,  sinergi instansi melalui terobosan aplikasi digital di era sekarang, merupakan tuntutan bersama ditengah pemerintah pusat dan pemerintah daerah berupaya menaikkan penerimaan dari sektor pajak.

BACA JUGA:  Bupati Karanganyar Pertegas Soal Shalat Idul Fitri

“Dengan aplikasi ini, kita harapkan ada penambahan pendapatan dati sektor sekitar  5 persen,”harapnya.

Kurniadi menambahkan, untuk realisasi PAD  dari sektor pajak tahun 2020, Kabupaten Karanganyar mengalami surplus dari target ditetapkan. Yakni  sebesar Rp176 miliar dari target potensi sebesar Rp154 miliar sehingga surplus Rp22 miliar.(Iwan-02)

Berita Terkait

Berita Terbaru

- Advertisement -spot_img

Berita Pilihan