31 C
Semarang
, 24 October 2021
spot_img

Menikmati Segarnya Sensasi Kopi Jamu Khas Demak

Demak, Jatengnews.id – Jika Anda merasakan penat setelah seharian bekerja dan ingin menikmati sensasi baru dalam meneguk kopi, kopi jamu khas Kota Wali ini bisa menjadi pilihan untuk Anda.

Wangi kopi yang bercampur dengan harum rempah-rempah bisa kembali mengisi tenaga anda yang terkuras. Kopi jamu ini bisa ditemukan di Waroeng Krapyak Mas Ozi yang berposisi di Kampung Krapyak, Kelurahan Bintoro, Kecamatan Demak.

Peracik minuman yang hangat serta menyegarkan ini ialah Solikin yang akrab disapa Pak Kin. Dirinya menuturkan awal mula terciptanya kopi jamu buatannya dikarenakan Kota Wali yang kental dengan nuansa religiusnya. Kegiatan seperti pengajian rasanya sudah biasa jika harus memakan waktu hingga dini hari.

“Padahal kan walaupun ikut pengajian, paginya harus tetap bekerja juga. Akhirnya perlu sesuatu yang bisa jadi booster,” katanya.

Foto segelas kopi jamu buatan Solikin (Foto: Devan)

Pak Kin yang juga mengikuti pengajian salah seorang pemuka agama yang bergelut dengan pengobatan herbal, kemudian diberitahu salah satu resep yaitu kopi jamu.

“Sayangnya beliau kan kalau membuatkan tidak mau dibayar. Akhirnya saya meminta izin untuk mengolah sendiri, sehingga orang lain bisa ikut merasakan khasiatnya juga,” ungkapnya.

Meski sudah lama mengenal resep tersebut, dengan keterbatasan waktu dan kegiatan akhirnya baru pada tahun 2017 kopi jamu ini bisa dinikmati banyak orang di Waroeng Krapyak Mas Ozi.

Disampaikan, dalam kopi jamu buatannya beberapa rempah yang terkandung di antaranya jahe, cengkeh, dan sereh. Diyakini, dengan beragam rempah yang berpadu tersebut bisa mengobati beberapa penyakit dan juga tentunya menghilangkan rasa lelah dalam tubuh.

BACA JUGA:  Vaksin Untuk Disabilitas Mulai Disuntikkan, Dewi : Alhamdulillah Banget

Kenikmatan minuman itu sudah terbukti karena tak hanya masyarakat Demak saja yang menjadi penikmatnya. Pengunjung dari daerah lain seperti Semarang, Kudus, dan Pati juga dengan sukarela menyempatkan diri mengicip minuman racikan langsung dari tangan Pak Kin.

“Sampai-sampai ada yang mau beli resep kopi jamu, wedang rempah, sama singkong goreng buatan saya. Tapi ya saya tolak,” ungkapnya.

Beberapa orang juga menawarkan untuk membukakan cabang di daerah lain demi bisa menikmati olahan rempah-rempah miliknya. Meski begitu, ia lebih memilih memusatkan penjualannya di Demak demi menjaga kualitas cita rasa resep ciptaannya. Pasalnya, beberapa orang juga berusaha membuat olahan serupa, namun berujung dengan kegagalan.

BACA JUGA:  Villarreal Juara Liga Europa 2020-2021

Tawaran membuat kopi jamu agar dikemas instan juga sempat disampaikan penikmat minuman yang menyegarkan tersebut. Meski begitu, dirinya perlu menimbang-nimbang karena khasiat yang terkandung di dalamnya sedikit banyaknya akan terpengaruh.

Tak hanya minuman dan camilan, di lapak tersebut bisa ditemukan juga sop balungan rendah kolesterol yang diolah dengan rempah-rempah.

Sehari-hari, warung tersebut mulai beroperasi dari sekitar pukul 10.30 WIB hingga malam hari. Minuman menyehatkan buatan miliknya dibanderol dengan harga mulai dari Rp10 ribu.

Pak Kin berharap, dengan kayanya sumber daya alam khususnya rempah di Indonesia, masyarakat mau mencintai dan menghargai kekayaan ini.

“Mari back to nature, kembali ke alam,” pungkasnya. (Adv/Devan-01).

Berita Terkait

Berita Terbaru

- Advertisement -spot_img

Berita Pilihan