32 C
Semarang
, 9 July 2021
spot_img

Microlibrary Warak Kayu, Perpustakaan Unik dan Nyaman di Semarang

Semarang, Jatengnews.id – Perpustakaan Microlibrary Warak Kayu di Kota Semarang terbilang unik. Pasalnya, perpustakaan tersebut dibuat dengan konsep ramah lingkungan yaitu menggunakan limbah kayu untuk dijadikan bangunan utamanya.

Nama Microlibrary Warak Kayu diambil dari filosofi  Warak yang merupakan hewan ikonik Kota Semarang dan bangunan yang didominasi oleh kayu.

Bangunan dua lantai tersebut sepintas tidak seperti perpustakaan. Di lantai satu dilengkapi fasilitas arena bermain anak-anak seperti ayunan dan kursi putar. Namun, jika naik di lantai dua, terdapat ribuan buku yang siap untuk dibaca.

Pustakawan Microlibrary Warak Kayu, Ariela Novianty mengatakan, tujuan dibangun perpustakaan unik tersebut yaitu untuk menarik minat baca anak muda.

“Tujuan utama adalah menarik minat baca tanpa dipaksa. Nah dengan konsep yang unik dan fun ini mereka bisa tertarik,” ucapnya saat ditemui, Senin (14/6/2021).

Ia mengatakan, perpustakaan tersebut dibuka untuk umum pada Senin sampai Sabtu pukul 08.30 – 15.30 WIB. Pengunjungnya mayoritas dari kalangan mahasiswa dan anak-anak.

BACA JUGA:  Ganjar : Awas Varian Baru Covid-19

“Rata-rata pengunjung setiap hari sebanyak 10 orang. Kita batasi karena masih pandemi Covid 19,” ucapnya.

Ia mengatakan, pengunjung hanya dibolehkan untuk membaca buku di tempat. Tidak melayani peminjaman buku karena dalam kondisi pandemi Covid 19.

“Kalau baca – baca boleh di sini. Bahkan ada yang dimanfaatkan untuk kuliah online dan belajar online,” imbuhnya.

Arelia mengatakan, koleksi buku yang disediakan beragam dan tergolong lengkap. Klasifikasi buku mulai seri 0-999 ada. Namun kebanyakan adalah novel dan buku anak-anak.

BACA JUGA:  LSM Dorong Polisi Segera Ungkap Tersangka Kasus Mafia Tanah di Jateng

“Total ada 2600 koleksi buku. Kita juga kerja sama dengan pemerintah yaitu perpustakaan daerah dengan dipinjami sebanyak 200 buku yang bisa di tukar setiap dibutuhkan,” ujarnya.

Ia mengatakan, perpustakaan tersebut juga pernah mendapat dua penghargaan bergengsi yaitu Architizer a+ Awards 2020 dan Building Of The Year tahun 2021 dari ArchDaily.

“Meskipun pandemi, kita berusaha untuk memberi pelayanan yang terbaik dan bisa meraih prestasi,” ucapnya. (Majid-02)

Berita Terkait

Berita Terbaru

- Advertisement -spot_img

Berita Pilihan