34 C
Semarang
, 19 September 2021
spot_img

Nasi Doreng, Kuliner Khas Demak Cocok Untuk Sarapan

Demak, Jatengnews.id – Bagi penikmat kuliner yang sedang berwisata ke Demak dan bingung untuk mencari sarapan, nasi doreng atau sego doreng bisa menjadi pilihan untuk mengisi tenaga di pagi hari.

Meski sekilas terlihat seperti nasi pecel, sego doreng memiliki ciri khasnya tersendiri. Salah satu yang sudah berkecimpung sejak tahun 1998 dalam mengolah nasi doreng, Suparti mengatakan makanan khas Demak itu memiliki rasa yang unik.

Berbeda dengan nasi pecel yang dominan memiliki rasa manis, nasi doreng cenderung memiliki cita rasa asin dan gurih.

“Kalau beberapa pembeli sih bilangnya misal makan manis pas pagi agak enek. Kalau nasi doreng kan tidak manis, rasanya asin gurih,” katanya.

Serupa dengan nasi pecel, nasi doreng disajikan dengan campuran berbagai sayuran yang sudah direbus. Bedanya, nasi doreng lebih kaya akan macam bahan di antaranya daun ketela, kangkung, tauge, kecipir, jantung pisang, dan kubis.

Setelah itu, perbedaan lain yang mencolok dengan nasi pecel adalah serundeng buatan Suparti yang merupakan resep turun-temurun dibubuhkan di atas sayurannya. Selain sayur-sayuran, dalam penyajiannya mi, orek tempe, dan tahu juga menemani nikmatnya nasi doreng.

Perbedaan lebih lanjut dari nasi doreng ialah dari saus penyertanya. Daripada disebut saus, penambah cita rasa itu lebih cocok disebut kuah karena cukup encer dengan rasa pedas dan juga gurih dari kacang.

Jika dibungkus pulang, saus atau kuah ini dipisah sendiri. Suparti mengatakan makanan buatannya bisa bertahan agar tidak basi sampai sore hari.

BACA JUGA:  Terkait Corat Coret Bangunan Solo, Gibran Tak Anti Kritik
Seporsi nasi doreng makanan khas Demak (Foto: Devan)

Ia menyampaikan bahwa resep nasi doreng buatannya sudah merupakan warisan, karena sejak kecil dirinya sudah membantu sang nenek. Tak sekadar mencari untung, ia lebih suka jika yang dilakukan saat ini tepatnya melestarikan budaya khususnya di bidang kuliner di tanah kelahirannya.

Sosok yang berasal dari Desa Kalikondang, Kecamatan Demak, Kabupaten Demak itu menuturkan beberapa pembeli yang datang untuk menyantap sajiannya tidak sekadar mengisi perut, namun juga memenuhi rasa nostalgia di masa lalu.

BACA JUGA:  Ganjar Apresiasi Program UVHC, Bisa Diketahui dan Digunakan Banyak Orang

Suparti yang kini sudah berumur 45 tahun itu sekarang menggunakan motor yang menggunakan bak di belakangnya untuk berdagang.

“Dulu waktu simbah buyut saya jualan, modelnya masih berjalan terus dibawa di atas kepala, terus berkeliling,” katanya.

Nasi doreng sendiri menurutnya memiliki nama alias lain yang dikenal warga yaitu nasi pager. Untuk bisa menyantap makanan khas Demak ini masyarakat harus bersiap bangun pagi karena dirinya hanya buka dari pukul 06.00 WIB sampai dengan 08.00 WIB.

“Biasanya sebelum jam 08.00 WIB sudah habis. Untuk harga seporsi hanya Rp5000,” ungkapnya.

Selain nasi doreng, Suparti juga menyediakan gorengan dan bubur sumsum di lapaknya yang biasa mangkal di samping Jalan Raya Semarang-Demak tepatnya di dekat SMA Negeri 3 Demak. Suparti juga mengaku berjualan setiap hari kecuali saat ada halangan. (Adv/Devan-02)

Berita Terkait

Berita Terbaru

- Advertisement -spot_img

Berita Pilihan