32.9 C
Semarang
, 9 May 2021
spot_img

Nikmatnya Berbuka Kopi Arab, Tradisi Turun Temurun Saat Ramadhan di Masjid Layur Semarang

Semarang, Jatengnews.id – Warga di Kampung Melayu, Kelurahan Dadapsari, Kota Semarang ramai mengunjungi sebuah Masjid dengan menara menjulang tinggi saat menjelang berbuka puasa.

Di sana terdapat tradisi unik yang hanya ditemui saat bulan Ramadhan tiba. Yaitu berbuka puasa dengan menikmati segelas Kopi Arab yang legendaris. Puluhan gelas Kopi Arab disajikan lengkap dengan camila pendamping berupa buah Kurma dan roti tawar.

Berbuka puasa dengan Kopi beraroma rempah-rempah itu sudah menjadi tradisi yang terus dilestarikan. Tak jarang, banyak masyarakat ingin mencicipi Kopi Arab yang khas tersebut.

Para jamaah menikmati menu berbuka puasa Kopi Arab di Masjid Layur Semarang. (Foto: Majid)

Imam Masjid Layur Habib Umar mengatakan, tradisi berbuka Kopi Arab di Masjid Layur sudah dilakukan sejak lama. Menurutnya, tradisi itu terus dilakukan untuk melestarikan peninggalan sesepuh di Kampung Tersebut.

“Kami hanya melestarikan tradisi yang sudah dilakukan sejak lama. Memang di sini terkenal dengan Kopi Arab yang khas itu,” ucapnya saat ditemui di rumahnya, Senin (26/4/2021) sore kemarin.

BACA JUGA:  Kolaborasi Apik Trie Utami, Dewa Budjana dan Purwatjaraka di Candi Borobudur

Habib Umar mengaku tidak tahu persis sejarah tentang tradisi Kopi Arab di Masjid Layur. Menurutnya, yang dilakukan sampai saat ini adalah melestarikan tradisi yang sudah turun temurun tersebut.

“Ya kami hanya melestarikan tradisi tersebut. Untuk sejarah persisnya saya tidak tahu. Kebetulan saya juga baru ditunjuk sebagai imam di Masjid Layur,” ucapnya yang juga ketua Takmir Masjid Layur.

BACA JUGA:  Antisipasi Debu Erupsi Gunung Merapi, Stupa Candi Borobudur Ditutup Sementara

Sementara itu, salah satu warga, Rohmad mangaku sengaja datang ke Masjid Layur untuk berbuka dengan Kopi Arab. Menurutnya, setelah minum Kopi tersebut bedan menjadi lebih hangat.

“Karena kopinya khas yaitu dimasak dengan rempah-rempah,” ucapnya.

Ia mengaku sering datang ke Masjid Layur selain untuk berbuka juga mengikuti kajian yang diselenggarakan pengurus Masjid. Biasanya, setelah berbuka dilanjutkan dengan salat tarawih berjamaah dan tadarus Al-Qur’an. (Majid-01).

Berita Terkait

Berita Terbaru

- Advertisement -spot_img

Berita Pilihan