32 C
Semarang
, 24 October 2021
spot_img

Paryono Dorong UIN Tuntaskan Persoalan yang Mengganggu Perubahan Status

Sukoharjo, Jatengnews.id – Anggota Komisi VIII DPR RI Paryono mendorong kemajuan Universitas Islam Negeri (UIN) setelah mengalami perubahan status dari sebelumnya sebuah Institut Agama Islam.

Hal tersebut dikatakan Paryono usai melakukan pertemuan dengan rektor UIN Mudofir dan seluruh jajaran Kamis (14/10/2021). Menurut Paryono rektor dan seluruh jajaran harus menuntaskan berbagai persoalan yang mengganggu proses peralihan dari sebuah Institut ke Universitas. Salah satu yang menjadi persoalan ujar Paryono adalah jumlah dosen yang harus ditambah.

“Persoalan perubahan status ini jangan sampai mengganggu perkembangan UIN ke depan. Kami tetap mendorong agar perubahan status ini UIN lebih baik dalam memberikan pelayanan pendidikan tinggi untuk mencerdaskan anak bangsa,”ujarnya.

Dikatakan Paryono, terkait dengan kekurangan dosen,  harus menjadi perhatian pemerintah dalam hal ini Kementrian Agama.

BACA JUGA:  Pengamat Politik: Maraknya Baliho, Bukti Banyak Wakil Rakyat Miskin Empati

“Kami dari Komisi VIII mendukung penuh untuk kemajuan UIN Raden Mas Said  untuk  mencerdaskan anak bangsa dan pemberian  hak kepada setiap warga negara mendapatkn pendidikan yang layak,”terangnya.

Ditambahkannya, melihat animo masyarakat yang cukup tinggi untuk menempuh pendidikan di UIN Raden Mas Said, membuat kampus yang ada saat ini tidak memadai.

Paryono menuturkan, untuk memperluas kampus di lokasi saat ini tidak memungkinkan. Pasalnya di sekitar kampus, pemukiman penduduk sangat padat.

BACA JUGA:  Ikutulah Lomba Lipsync Lagu Prakerja Berhadiah Jutaan Rupiah

“Untuk pengembangan kampus perlu dicari alternatif lain. Wilayah Karanganyar saya kira sangat tepat untuk  pertimbangkan sebagai pengembangan kampus baru.

Lahan di Karanganyar masih cukup luas. Saya yakin masyarakat Karanganyar mendukung jika wilayahnya menjadi lokasi pengembangan kampus baru,”pungkasnya. (Iwan-02)

Berita Terkait

Berita Terbaru

- Advertisement -spot_img

Berita Pilihan