30 C
Semarang
, 19 September 2021
spot_img

PPKM Darurat, Ini Kata Pelaku Usaha Kuliner

Karanganyar,Jatengnews.id – Pelaksanaan PPKM Darurat yang telah dilaksanakan di Jawa–Bali sangat berdampak terhadap para pelaku usaha kecil menengah. Untuk sektor rumah makan khususnya di Karanganyar misalnya, sebagian mengalami penurunan pendapatan lebih dari 50 persen.

Pemilik Warung Makan Lesehan Mbak Dwi, Dwi Agustini mengungkapkan, warung makan miliknya yang berada di batas kota Karanaganyar tersebut sempat berjalan normal meski dengan sejumlah pembatasan.

Namun saat penerapan PPKM Darurat, mengalami penurunan yang cukup drastis. Selain dari omzet penjualan, juga berdampak terhadap para karyawannya. Bahkan reservasi (pemesanan, red) untuk sejumlah acara  juga dibatalkan.

“Saya pikir hampir semua terdampak. Bukan hanya warung saya. Pedagang yang lain juga sama. Dampaknya sangat luar biasa. terutama untuk karyawan. Karyawan saya harus masuk secara bergantian. Karena kami hanya mengandalkan penjualan melalui online,” ujar sat ditemui Jatengnews.id, Minggu (4/7/2021).

BACA JUGA:  Kisah Kampung Sleko yang Tak Terjamah Daging Kurban

Dwi menuturkan, seluruh karyawan dapat memahami kondisi yang terjadi saat ini. Karena memang ada sejumlah pembatasan termasuk waktu buka dibatasi hingga pukul 17.00 Wib.

“Apa boleh buat mas. Memang aturannya sudah begitu. Kita berharap semoga pandemi ini segera berakhir,”harapnya.

Hal senada juga dikatakan sejumlah pemilik angkringan yang selama ini berjualan di seputar alun-alun Karanganyar. Praktis mereka sama sekali tidak dapat berjualan.

BACA JUGA:  Tak Pernah Berkonflik, Ganjar: Saya Sangat Hormat dengan Puan Maharani

“Mau gimana mas. Lah aturannya begitu. Dampaknya sangat terasa. Kami hanya berharap agar ada kompensasi dari pemerintah,”ujar Wongso salah satu pedagang angkringan yang mulai buka sejak sore hari tersebut. (Iwan-01).

Berita Terkait

Berita Terbaru

- Advertisement -spot_img

Berita Pilihan