34 C
Semarang
, 19 September 2021
spot_img

PPKM Diperpanjang, Pedagang Keluhkan Penurunan Omzet

Semarang, Jatengnews.id – Sejumlah pedagang keluhkan perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat Jawa – Bali hingga 25 Juli 2021. Mereka mengeluhkan diperpanjangnya PPKM Darurat menambah dampak pada omzet jualan mereka yang turun.

Seperti Suyadi (58) penjual daging ayam di Pasar Peterongan, Semarang, mengaku penjualannya mengalami penurunan drastis sekitar 50 persen sejak PPKM Darurat diberlakukan.

“Sebelum PPKM Darurat, bisa menjual daging ayam 130 ekor, sekarang turun hanya 80 ekor sehari. Apalagi ini sudah diperpanjang lagi, ya hanya bisa pasrah,” terangnya, saat ditemui di lapaknya, di Kawasan Pasar Peterongan, Jumat, (23/07/2021).

Hal serupa juga dikeluhkan para penjual sembako, Dhadar (48) mengungkapkan selama PPKM Darurat, pembeli menurun sekitar 25 persen. Kendati demikian, pihaknya menyayangkan adanya perpanjangan PPKM Darurat.

“Harusnya pemerintah itu, selain menetapkan kebijakan juga harus mempertimbangkan rakyat kecil. Tidak hanya menetapkan kebijakan tanpa adanya solusi. Kami ini kan makan, membiayai sekolah anak, dari penghasilan harian ini. Jadi kalau jualan sepi dapat penghasilan darimana,” ujarnya.

BACA JUGA:  Ganjar ke Kades Zona Hijau; Jangan Lengah!

Sementara itu, penjual sayur Sri (43) memaklumi adanya perpanjangan PPKM Darurat. Sebab, Dia menyadari bahwa hal itu merupakan upaya pemerintah untuk menekan penyebaran Covid 19, yang mana tidak hanya terjadi di Indonesia saja.

“Adanya PPKM pasti berdampak ya, karena kan jam operasi pasar juga dibatasi hanya sampai pukul 20.00 Wib, padahal biasanya kan sampai 22.00 Wib kalau tidak ada PPKM. Pastinya juga berdampak terhadap penurunan penjualan,” tuturnya.

BACA JUGA:  Polsek Karangawen Ringkus 3 Pelaku Pengeroyokan

Meski begitu, Sri berharap supaya kebijakan pemerintah yang dibuat, harus bisa diperlonggar. Sebab banyak pedagang-pedang kecil yang hanya mengandalkan dagangannya untuk bisa menghidupi keluarganya masing-masing.

“Kalau bisa PPKM dihapuskan atau tidak ada perpanjangan lagi lah, kalau tidak ya aturannya bisa diperlonggar,” ujarnya. (01).

Berita Terkait

Berita Terbaru

- Advertisement -spot_img

Berita Pilihan