30 C
Semarang
, 24 October 2021
spot_img

Prof Sultana: Kanker Usus Besar Terjadi Akibat Gaya Hidup yang Salah

Semarang, Jatengnews.id – Seorang profesor di bidang genetika Universitas Diponegoro (Undip) Sultana MH Faradz mengajak masyarakat untuk memperhatikan gaya hidupnya demi mencegah kanker usus besar.

“Seiring perubahan lingkungan dan gaya hidup, (kanker usus besar) menjadi urutan ke-tiga kanker yang paling sering menyerang setelah (kanker) paru-paru dan payudara,” katanya Sabtu (18/09/2021) dalam webinar yang diselenggarakan oleh Undip.

Ia menuturkan, jumlah penderita kanker usus besar sendiri sudah mencapai angka 10 persen dari semua jenis kanker yang ada. Lebih lanjut disampaikan beberapa hal yang memperbesar resiko terjadinya kanker usus besar ialah faktor usia, gaya hidup, obesitas dan diabetes, serta kebiasaan merokok.

Menurutnya kehidupan di Indonesia yang mulai beralih menuju kebaratan khususnya terkait makanan juga mempengaruhi hal ini. Konsumsi daging merah seperti sapi, kambing, dan daging olahan perlu menjadi perhatian.

“WHO sudah mengatakan bahwa process meat (daging olahan) merupakan salah satu penyebab kanker,” tegasnya.

Dirinya juga mengingatkan kepada para orang tua yang sudah memiliki buah hati agar mau mengontrol dan mengedukasi apa yang dikonsumsi oleh anak mereka.

“Gaya hidup kita terutama bagaimana memberi makan anak (tapi) asal senang, tanpa memperhitungkan bahwa itu tidak sehat,” tuturnya.

BACA JUGA:  Sragen Zona Merah, Arena Car Free Day Sementara Ditutup

Lebih lanjut disampaikan makanan beberapa yang perlu dijauhi agar terhindar dari kanker usus besar ialah makanan rendah serat, makanan yang tinggi lemak, zat-zat pengawet dan pewarna, kebiasaan meminum alkohol, bahkan penderita polip.

“Kadang-kadang (tanda-tandanya) disertai dengan sakit perut berkepanjangan dan bentuk feses yang aneh. Itu juga salah satu pertanda, tidak hanya diare,” jelasnya.

Selain faktor makanan, umur di atas 50 tahun juga menurutnya memperbesar risiko terkena kanker usus besar.

BACA JUGA:  Pariwisata dan Tempat Hiburan di Kota Semarang Kembali Dibuka

“Yang menyebabkan risiko timbulnya kanker (usus besar) adalah usia di atas 50 tahun. Kasus di bawah usia 50 tahun jarang terjadi kecuali ada riwayat keluarga yang menderita kanker,” ujarnya.

Ia menjelaskan pada kanker usus besar ada empat tahapan perkembangannya, yaitu stadium 0 di mana kanker hanya pada sel-sel terdalam dari usus. Pada stadium 1 sel kanker kemudian sudah tumbuh di dinding dalam dari usus. Selanjutnya stadium 2 di mana mendampak pada jaringan-jaringan di sekitarnya.

“Pada stadium 3 (sel kanker) menyebar ke kalenjar getah bening dan stadium 4 kanker menyebar ke bagian tubuh lainnya,” imbuhnya. (Devan-01).

Berita Terkait

Berita Terbaru

- Advertisement -spot_img

Berita Pilihan