34 C
Semarang
, 19 September 2021
spot_img

Rugi Puluhan Juta, Mansur tetap Bertahan Bisnis Ikan Koi

Semarang, Jatengnews.id – Jatuh bangun dalam dunia usaha sudah biasa. Namun apa yang lebih penting dari itu adalah, bagaimana tetap bertahan dan bangkit untuk mengembangkan apa yang sudah dimulai.

Hal itulah yang tercermin dari pengusaha Ikan Koi Semarang, Ahmad Mansur. Awal merintis ia mengalami kerugian hingga Rp 70 jutaan lebih.

Kerugian itu didapati setelah Ikan Koi lokal dan impor yang dipeliharanya banyak yang mati.

“Itulah lika-likunya orang bisnis, tapi yang namanya bisnis saat jatuh ya harus bangun lagi. Tidak ada bisnis yang langsung sukses, dalam bisnis pasti ada untung rugi. Jadi tidak perlu mengeluh terus saat mengalami kerugian. Namun tetap bangkit dan terus belajar, pasti ada jalannya lagi,” ucapnya.

Tak menampik, nominal kerugian yang cukup besar sempat membuatnya down selama seminggu, sebelum akhirnya bangkit dan terus belajar tentang usaha Ikan Koi.

Pebisnis yang beralamat di Jl Mangga IV No 7, Lamper Kidul, Semarang itu mengatakan, kebanyakan orang melihat bisnis itu saat sudah sukses. Padahal yang harusnya dilihat itu adalah bagaimana cara merintis bisnis itu hingga berhasil.

“Proses merintisnya itu yang biasanya butuh perjuangan, berat, rugi, banyak yang tidak suka,” ujarnya.

Dalam bisnis Ikan Koi diceritakan, risiko kematian ikan banyak terjadi karena gagal saat proses karantina. Pasalnya, untuk bisa beradaptasi lingkungan, ikan yang baru didatangkan dikarantina terlebih dahulu.

BACA JUGA:  Dandim Karanganyar Bagikan 500 Paket Sembako

“Karantina bisa dikatakan berhasil, jika ikan itu terlihat sehat, gesit dalam bergerak. Sebaliknya jika ikan itu terlihat lemes, kurang napsu makan, artinya karantina itu gagal. Dan harus dilakukan karantina ulang,” paparnya.

Menurutnya, karantina menjadi salah satu kesulitan saat menjalankan bisnis ikan koi. Namun dari hasil belajar dan pengalamannya kini ikan banyak yang hidup.

“Alhamdulillah, empat bulan terakhir ini tidak ada ikan koi yang mati. Berbeda dengan sebelumnya, kematian ikan koi itu sering,” imbuhnya.

BACA JUGA:  Gibran Dua Kali Parkirkan Mobil di Lokasi Bermasalah, Pertanda Apa?

Ia juga mengatakan, apa yang dilakukan para pebisnis ikan koi adalah terus belajar. Apalagi bagi pemula, belajar karantina ikan, mengobati ikan yang berjamur, memar, sakit insang, hingga belajar bagaimana cara merawat ikan koi yang baik itu penting dilakukan.

“Jika satu hari itu ada 24 jam, selama itu pula selalu ada saja yang harus dikerjakan untuk mengurusi ikan koi itu. Jadi tidak bisa, satu hari merawat, terus besoknya libur. Tapi ya kalau sudah dinikmati akan terbiasa,” katanya.

Untuk memelihara ikan yang dimiliki saat ini, Mansur setiap bulan mengeluarkan uang Rp 3 juta rupiah untuk biaya listrik, air dan pakan. “Pengeluaran itu, untuk 500 ikan koi,” tutupnya. (Zaidi-01).

Berita Terkait

Berita Terbaru

- Advertisement -spot_img

Berita Pilihan