30 C
Semarang
, 24 October 2021
spot_img

Santri Bikin Kerajinan Tangan dari Daun Sutra Soka, Target Tembus Pasar Eropa

Semarang, Jatengnews.id – Pondok Pesantren selain menjadi tempat santri menimba ilmu agama, juga bisa digunakan sebagai tempat beraktivitas belajar berwirausaha.

Seperti halnya yang dilakukan oleh Agus Nur Sodiq (33) seorang santri di Pondok Pesantren dan Rumah Kebudayaan Surau ini yang beralamat di Jalan Tusam Raya Nomor 26, Kelurahan Pedalangan, Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang.

Di sela-sela waktu luang aktivitasnya di Pondok Pesantren, Agus juga membuat kerajinan bros kupu-kupu, yang terbuat dari bahan yang ramah lingkungan (eco-green).

“Dari pada berguguran dan dibuang, saya manfaatkan Daun Sutra Soka untuk membuat kerajinan saja,” kata Agus, Minggu (19/9/2021).

Ia menjelaskan, cara membuat kerajinan bros kupu-kupu dari daun sutra soka. Pertama daun dikumpulkan kemudian direndam dengan air deterjen dengan tujuan untuk menghilangkan klorofil daun supaya terlihat transparan. Baru kemudian, daun itu kering dan dirangkai dengan bahan lainnya seperti spon dan senar menjadi bros kupu-kupu.

“Daunnya sudah menyerupai sayap kupu-kupu, tinggal menyatukan dua daun menjadi sayapnya. Baru spon dipotong dan dibentuk menjadi tubuhnya dengan cara dipanaskan. Sementara senar ini dipasang sebagai antena kupu-kupu. Terakhir tinggal pewarnaan dan menata ke wadah untuk dijual,” tuturnya.

BACA JUGA:  Langgar Aturan Mudik, Ratusan Non ASN Pemkot Semarang Dipecat

Sedangkan perihal pemasaran, Ia mengaku sudah dipasarkan diberbagai daerah di Indonesia. Mulai dari pulau Jawa yaitu Kota Semarang, dan Kabupaten Semarang, Kudus, Demak, Kendal, Bandung hingga beberapa daerah lainya.

Tidak hanya itu, kini dirinya tengah mengincar kerajinannya bisa tembus pasar Eropa.

“Saya mengincar pasar Eropa lewat bahan daun sutra soka ini, seperti Switzerland dan beberapa negara lainya. Kebetulan ada koneksi ke sana. Dengan harga satu paketnya Rp 250 ribu,” jelas pria asal Kendal ini.

BACA JUGA:  Tim SAR Temukan Rusdini di Bawah Jembatan Spait Keadaan Meninggal

Bahkan, Ia mengaku akan memodifikasi kerajinannya bros kupu-kupu tersebut agar ada nilai lebih. Hal itu sebagai strategi untuk mewujudkan cita-citanya menembus pasar Eropa.

“Karena saya berkeinginan tembus pasar Eropa, makan kerajinan ini akan saya modifikasi, seperti dipasang di lampu hias supaya bernilai lebih,” paparnya. (Sukri-01).

Berita Terkait

Berita Terbaru

- Advertisement -spot_img

Berita Pilihan