28 C
Semarang
, 15 June 2021
spot_img

Sumbang APBD 143,17 Persen, Nelayan Kecil di Demak Perlu Diperhatikan Kesejahteraannya

Demak, jatengnews.id – Sektor kelautan dan perikanan Kabupaten Demak telah menyumbang pendapatan daerah sebesar 143,17 persen dari targetnya. Oleh karenanya diharapkan pemerintah dapat memperhatikan kesejahteraan nelayan kecil di Demak, baik pembangunan infrastruktur maupun pembangunan sistem pelayanan administrasi kenelayanan.

Berdasarkan data Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Demak, sektor kelautan dan perikanan Kabupaten Demak telah menyumbangkan ke pendapatan daerah Kabupaten Demak sebesar Rp 1.1 miliar dari target semula yaitu Rp 788 juta pada tahun 2020.

Sementara Biro Penguatan Anggota Kestuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI), Hendra Wiguna mengatakan, pemerintah sudah seharusnya memfasilitasi nelayan, diantaranya surat tanda kebangsaan kapal atau PAS Kecil, kartu pelaku usaha kelautan dan perikanan (Kusuka), dan akses mendapatkan solar pack dealer nelayan (SPDN).

Sementara itu, Ketua DPD KNTI Demak Muhammad Syafii menyampaikan bahwa KNTI Demak saat ini sedang mengadvokasi pembuatan kartu Kusuka dan membantu pembuatan kartu PAS.

“Pembuatan kartu PAS nelayan Demak harus dilakukan di luar kota tepatnya di daerah Jepara, pembuatan kartu PAS nelayan Demak membutuhkan waktu setahun, ujar pak Fani dari Sahbandar Jepara dikarenakan terlalu banyak menunggu antrian saat pembuatan,” terang Syafi’i

BACA JUGA:  Polsek Colomadu Amankan Puluhan Lembar Uang Palsu

Kartu PAS Kecil ini, lanjutnya, merupakan dokumen kelengkapan selain surat Bukti Pencatatan Kapal Perikanan (BPKP) yang harus dimiliki nelayan untuk mendapatkan surat rekomendasi pembelian BBM bersubsidi.

Syafii menambahkan, selain itu nelayan Demak berharap adanya penambahan SPDN di 4 lokasi yakni Kecamatan Sayung, Kecamatan Karang Tengah, dan Kecamatan Bonang, Betahwalang, serta Kecamatan Wedung, Babalan.

“Di Betahwalang dan Babalan tersebut terkenal dengan hasil rajungan,” imbuhnya.

Selain itu, lanjutnya, nelayan juga berharap adanya bantuan permodalan. Berdasarkan data yang ia himpun, 70% nelayan di Demak merupakan ABK dan tidak memiliki perahu. Dengan adanya bantuan permodalan diharapkan nelayan ABK dapat memiliki perahu sendiri sebagai modal usaha.

BACA JUGA:  Edwin Senang Sekarang Bisa Ikut Vaksin Covid-19 Gratis

“Nelayan soal informasi ini masih ketinggalan, di sanalah salah satu peranan KNTI untuk memberikan informasi kepada nelayan kecil. Penting bagi nelayan mengetahui dan paham soal program-program pemerintah yang diperuntukkan bagi nelayan. Oleh karenanya, kita menjalin kerja sama dengan pemerintah Kabupaten Demak dan lembaga-lembaga non pemerintah agar nelayan kecil di Demak bisa mendapatkan informasi yang kemudian akan mendorong kesejahteraan bagi keluarga nelayan,” ujar Syafii. (Sai-01).

Berita Terkait

Berita Terbaru

- Advertisement -spot_img

Berita Pilihan