30 C
Semarang
, 24 October 2021
spot_img

Tak Kena Paceklik, Hobi Motor Klasik Membawa Hoki

Semarang, Jatengnews.id – Kemajuan dunia otomotif melahirkan inovasi-inovasi baru industri sepeda motor, baik dari segi teknologi maupun desain-desain yang terbarukan.

Namun dengan kemajuan zaman tersebut tak lantas membuat semua kendaraan lama ditinggalkan begitu saja, salah satunya sepeda motor Vespa yang sampai saat ini masih banyak diminati semua kalang, bahkan dijadikan ladang bisnis yang menjanjikan.

Salah satunya, Arta Cipta, pemilik bisnis jual beli Vespa di Jl Madukoro 2 Semarang. Meski dalam kondisi pandemi Covid-19 ia mampu menjual puluhan unit motor vespa pada 2020 silam. “Pada 2020 kemarin, saya  mampu menjual 70 unit,” katanya.

Sedangkan sebelum wabah Covid-19 ia bisa menjual Vespa sebanyak 130 unit per tahun. Dengan adanya pandemi, diakuinya bahwa penjualannya mengalami penurunan.

“Ya, mau bagaimana lagi, yang penting bersyukur, hasilnya masih bisa untuk keluarga, dan menggaji dua karyawan,” ucapnya.

Dari pengakuannya, ia sudah akrab dengan Vespa milik ayahnya sejak duduk di bangku SMA yang kemudian membuatnya jatuh hati.

“Dulu SMA berangkat sekolah naik Vespa PX tahun 86 milik bapak. Tetapi teman-teman memandang motor Vespa itu sebelah mata. Dari situ muncul, niat untuk menekuni Vespa dan membuktikan bahwa Vespa tidak seperti apa yang mereka pikirkan,” katanya, Sabtu (10/7/2021).

Dari situ, lanjut dia, mulai aktif mengikuti komunitas Vespa, ikut touring, dan ikut event-event Vespa. Dari aktivitas tersebut, pengetahuannya dan relasinya semakin meluas.

BACA JUGA:  Spanyol Kalahkan Italia 2-1, Matador Melaju Final

“Saya kemudian mulai belajar jualan Vespa, dari onderdil Vespa, hingga unit Vespa nya, namun masih seadanya. Dan April 2015, saya mulai membuka toko Art Classico di Jalan Barito, itu dipinjami orang. Di sana hampir setiap hari toko terkena banjir rob. Kemudian pada 2016 saya putuskan, untuk pindah ke Madukoro ini,” paparnya.

Arta tak menampik, dalam berbisnis motor klasik tersebut kendala yang harus dihadapi salah satunya adalah terbatasnya unit Vespa yang memaksanya untuk mencari stok hingga luar kota.

BACA JUGA:  Dewan Minta Tunjangan Guru Madin Rp 1 Juta Jangan Direcofusing

“Vespa sudah tidak diproduksi lagi, jadi saya cari unit ya sampai ke luar kota. Dan itu saya harus ngecek barangnya dulu, kendalanya di situ,” ujarnya.

Selain itu, pengalaman pahit pun pernah beberapa kali menghampirinya, seperti ketika sudah jauh-jauh sampai ke Jawa Timur dan Jawa Barat rupanya barang yang ingin dibeli dalam kondisi kurang baik.

“Biasanya saat saya akan membeli unit vespa, kan pasti saya cek terlebih dahulu secara langsung. Nah, saat saya datangi barang tidak sesuai ekspektasi, akhirnya rugi waktu, tenaga dan finansial,” keluh Arta.

Untuk saat ini Arta berharap supaya pandemi ini bisa segera berakhir.  “Harapannya, pandemi bisa berakhir dan masyarakat atau khususnya teman-teman juga tetap jaga kesehatan,” tutupnya. (Zaidi-02).

Berita Terkait

Berita Terbaru

- Advertisement -spot_img

Berita Pilihan