30 C
Semarang
, 11 April 2021
spot_img

Tak Puas Layanan, Masyarakat Bisa Adu Lewat Aplikasi Polisiku

Semarang (jatengnews.id) – Tampung aduan masyarakat yang kurang puas terhadap layanan kepolisian, Polri tambah vitur baru di aplikasi Polisiku.

Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Pol Iskandar Fitriana Sutisna mengatakan, salah satu layanan andalan Polri saat ini adalah aplikasi Polisiku. Dalam aplikasi tersebut terdapat fitur baru khusus untuk menampung aduan masyarakat yang kurang puas terhadap layanan kepolisian.

“Ada layanan baru yang bernama Dumas Presisi. Itu merupakan layanan aduan di mana masyarakat bisa melaporkan kinerja polisi (public complaint),” terangnya, Kamis (8/4/2021).

Terkait Dumas Presisi, meskipun masyarakat dapat mengadukan kinerja Polri yang dianggap negatif secara mudah, masyarakat diminta tidak memberikan laporan secara sembarang.

“Silakan download di playstore. Cara mengoperasikannya juga mudah. Cukup download Polisiku, kemudian klik pengaduan masyarakat, nanti akan keluar fitur Dumas Presisi, Intinya kami berharap masyarakat memberikan laporan yang riil dan akurat. Jangan fiktif,” jelasnya.

Kombes Iskandar menjelaskan, setiap laporan yang masuk akan didatakan. Namun ada sejumlah tahapan sebelum masyarakat memberikan laporan.

“Tahap awal silahkan mengisi NIK. Kalau tidak terverifikasi maka tidak dapat masuk tahap selanjutnya,” tambahnya.

Selain itu, lanjut Kombes Iskandar, dengan Dumas Presisi, masyarakat bisa memantau perkembangan laporannya secara real time sudah diproses apa belum dan seterusnya. Oleh sebab itu, masyarakat diminta jangan ragu untuk melapor.

BACA JUGA:  Larangan Mudik, Polda Jateng Lakukan Penyekatan 14 Titik di Jateng
BACA JUGA:  Miliki Suara Merdu, Shofa Tekuni Lagu Religi

“Silakan lapor dan akan diproses. Ada unsur inspektorat pengawasan dan propam yang terlibat menangani aplikasi tersebut. Kalau dulu banyak yang laporan ke masing-masing bagian tersebut namun isinya sama. Makanya sekarang disatukan, cukup lewat Dumas Presisi.” pungkasnya. (Nizar-01),

Berita Terkait

Berita Terbaru

- Advertisement -spot_img

Berita Pilihan