28 C
Semarang
, 15 June 2021
spot_img

Tiket.com Gandeng Kemenparekraf dan BOB Geliatkan Kembali Pariwisata Joglosemar

Yogyakarta, Jatengnews.id – Gandeng Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) RI dan Badan Otorita Borobudur (BOB), tiket.com menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) bertajuk Optimizing Digital Marketing to Revive Tourism Industry dan Socialization of the CHSE Certification Program, Sabtu (5/6/2021).

Co-Founder & Chief Marketing Officer tiket.com, Gaery Undarsa mengatakan, kegiatan ini sebagai salah satu upaya akselerasi pemulihan industri pariwisata guna mendukung pemulihan taraf kesejahteraan para pemangku kepentingan, yaitu pengelola desa wisata, operator akomodasi, pemandu tur lokal, serta penggiat pariwisata lokal.

Acara yang diselenggarakan di Sleman, Yogyakarta ini dihadiri oleh para peserta yang merupakan pelaku bisnis industri pariwisata.

“Komitmen kami untuk menjadi yang pertama dalam mendukung pemulihan industri pariwisata Indonesia,” kata Gaery sapaan akrabnya melalui rilis yang dikirim Jatengnews.id, Minggu (6/6/2021).

Menurutnya, dengan semakin gencarnya program vaksinasi berskala nasional yang digalakkan oleh pemerintah, pihaknyapun mulai dapat merasakan dampak pemulihan industri pariwisata ke arah positif.

“Tetapi kita bersama-sama tetap bahu membahu dan terus berkolaborasi bersama pemerintah agar dapat terus memanfaatkan momentum pemulihan ini. tiket.com sebagai pionir platform OTA di Indonesia terus berupaya untuk mendorong pemulihan di berbagai sektor formal dan informal, terutama di Destinasi Super Prioritas Borobudur,” ungkap Gaery.

Ia menyampaikan, peran tiket.com semakin teramat penting menjadi jendela informasi yang memberikan kemudahan akses digital bagi calon wisatawan untuk merencanakan kunjungan, baik itu untuk kepentingan pekerjaan atau pribadi.

BACA JUGA:  Sampah Menggunung, Warga RW 15 Perumnas Ngringo Lakukan Penanganan

“Diharapkan, dengan hadirnya diskusi forum interaktif ini, peluang percepatan pemulihan industri pariwisata semakin nyata terwujud, seiring dengan pemulihan industri ini sepanjang tahun 2021,” tambahnya.

Acara diskusi forum tersebut juga menjadi ajang bagi operator akomodasi dan tur, untuk membahas dan memecahkan ragam krisis pariwisata bersama-sama.

Salah satu solusi jitu untuk menanggulangi krisis tersebut adalah program inisiatif dari Kemenparekraf, yaitu InDOnesia CARE yang memastikan bahwa tempat wisata dan akomodasi menerapkan protokol kesehatan dan tersertifikasi CHSE (Clean, Healthy Safety and Environment) merupakan salah satu program inisiatif Kemenparekraf yang menjadi solusi jitu untuk menanggulangi krisis pariwisata nasional.

BACA JUGA:  Sampah Menggunung, Warga RW 15 Perumnas Ngringo Lakukan Penanganan

Itulah sebabnya promosi desa wisata di wilayah Jawa Tengah pun perlu terus ditingkatkan.

Direktur Pemasaran Pariwisata Badan Otorita Borobudur Agus Rochiyardi menambahkan, melalui FGD ini diharapkan para pengelola desa wisata mendapatkan wawasan dan manfaat membangun jejaring yang lebih luas, menambah kemampuan dalam mempromosikan desa wisata yang dikelola, memperkaya atraksi wisata berbasis kemasyarakatan, mendukung upaya peningkatan durasi kunjungan wisatawan, mendukung upaya peningkatan pengeluaran wisatawan, serta pemerataan wisatawan di kawasan destinasi.

Sementara itu Direktur Industri Pariwisata dan Kelembagaan Kepariwisataan Badan Otorita Borobudur Bisma Jatmika menambahkan, pihaknya berharap forum diskusi ini dapat menjadi wadah atau kesempatan bagi masing-masing sektor dalam memberikan sumbangsih berupa wawasan dan pengalaman untuk pengembangan desa wisata agar dapat menghasilkan rekomendasi yang dapat ditindaklanjuti. (Ody-01).

Berita Terkait

Berita Terbaru

- Advertisement -spot_img

Berita Pilihan