30 C
Semarang
, 24 October 2021
spot_img

Warga Grobogan Berebut Pengisian Tabung Oksigen di Kantor BPBD

Grobogan, Jatengnews.id Р Sejumlah warga silih berganti mendatangi Kantor BPBD Grobogan. Mereka datang untuk melakukan pengisian ulang tabung oksigen. Pantauan di lapangan, Jumat (9/7/2021) terlihat sejumlah tabung oksigen berukuran satu meter kubik dan setengah meter kubik berjajar di halaman belakang kantor. Hal ini sejalan dengan tingginya kasus Covid-19 di Kabupaten Grobogan.

BPBD Grobogan melalui Kasi Kedaruratan, Masrichan kemudian menginisiasi pemanfaatan tabung selam atau breathing apparatus untuk isi ulang oksigen guna membantu warga yang membutuhkan.

Menurutnya, sejak empat hari yang lalu pihaknya telah melayani pengisian oksigen bagi masyarakat. Namun saat ini pengadaan tabung, filter dan oli nabati masih sangat terbatas. Warga yang hendak melakukan pengisian ulang oksigen tidak dipungut biaya. Mereka hanya didata identitasnya sesuai KTP serta nomer telepon. Masyarakat tidak diperkenankan mengisi ulang tabung yang bertujuan untuk cadangan oksigen di rumah.

“Warga silakan datang ke BPBD Grobogan kemudian memberikan data pasien yang benar-benar membutuhkan,” katanya.

BACA JUGA:  Ultah PMI, Taj Yasin: Terima Kasih Atas Kerjasama Gedor Lakon

Sementara itu, Kepala BPBD Grobogan, Endang Sulistyoningsih mengungkapkan, pengisian oksigen dilakukan menggunakan alat khusus. Alat tersebut sebelumnya biasa digunakan untuk mengisi oksigen pada peralatan selam tim SAR BPBD Grobogan.

Hanya saja, alat tersebut kapasitasnya tidak begitu besar. Sehingga dalam sehari hanya bisa mengisi oksigen untuk sekitar 50 tabung ukuran kecil. “Untuk saat ini, hanya kami melayani pengisian oksigen pada tabung kecil saja karena kapasitas alatnya terbatas,” jelas dia.

BACA JUGA:  Pekan Ini, Ribuan Nakes Karanganyar Jalani Vaksinasi

Warga Lajer, Penawangan, Kamto, mengambil tabung oksigen ke BPBD Grobogan yang ditujukan untuk saudaranya yang sedang menjalani isolasi mandiri di rumah.

Sebelumnya, ia telah mencari ke beberapa lokasi penyedia tabung oksigen namun nihil. Padahal, saudaranya paling tidak membutuhkan dua tabung dalam sehari.

“Dengan adanya inisiatif ini sangat membantu. Saya sudah dua kali mengambil tabung oksigen di sini,” tuturnya. (Ody-01).

Berita Terkait

Berita Terbaru

- Advertisement -spot_img

Berita Pilihan