33 C
Semarang
, 18 April 2024
spot_img

VIDEO Alasan Pembuatan Film Dirty Vote

JatengNewsTV – Berikut kami sajikan video alasan pembuatan film Dirty Vote yang disampaikan oleh sutradara Dandy Lakasono.

Bagi anda yang ingin menonton video alasan pembuatan film Dirty Vote yang disampaikan oleh sutradara Dandy Lakasono bisa anda klik gambar di atas.

Sutradara Dandy Lakasono menyampaikan alasan pembuatan film Dirty Vote yakni ingin memberikan pendidikan politik di Indonesia dengan karyanya.

Film yang tayang di Youtube tiga hari sebelum masa pemungutan suara Pemilu 14 Februari 2024, cukup menarik respon masyarakat karena membocorkan data soal pelanggaran sistematis dalam Pemilu 2024.

Tonton juga: VIDEO Wawancara Ketua Yayasan S3 Semarang Yong Liem Soal Open Donasi 

“Mudah-mudahan film ini menjadi bagian dari komunikasi politik, budaya politik, pendidikan politik. Dan kita ingin sharing penelitian yang dilakukan olrh para dosen ini,” paparnya belum lama ini.

Film ini bisa menjadi ruang untuk masyarakat yang mempunyai akses pada informasi lingkaran perguruan tinggi atau dunia akademik serta hal yang berkaitan dengan lingkaran politik yang sedang bergulir.

“Bisa melihat kajian-kajian yang menunjukan bahwa pemilu ini nggak normal dan baik-baik saja. Jadi itu sebenarnya tujuannya,” ungkapnya usai menyaksikan Film Dirty Vote di Kota Semarang.

Dirinya dengan tegas menyampaikan, bahwa jalannya pemilu 2024 ini tidak baik-baik saja dan masyarakat perlu sadar pemilu tidak berhenti di pemungutan suara 14 Februari 2024.

Saat disinggung soal ungkapan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menilai film dokumenter Dirty Vote tidak menempuh dua metode ilmiah, Dandy mengaku siap diuji datanya.

“Silahkan kalau Mendagri punya pendapat seperti itu dan ingin membantah dengan informasi yang lebih falid dengan terbuka. Yang kami sampaikan juga informasi itu terbuka untuk di uji,” ujarnya.

Tonton juga: VIDEO Wawancara Ketua Yayasan S3 Semarang Yong Liem Soal Open Donasi 

“Menarik mengutip dari Pemimpin Redaksi IDN Times mengatakan, bahwa Pak Tito ini tidak pernah komentar, tapi sekali komentar, komentari Dirty Vote,” imbuh Dandy.

Sebelumnya, dirinya juga meluncurkan karya film berjudul Sexy Killer yang juga membahas soal para capres pada Pemilu 2019 lalu. Saat disinggung karyanya tidak bisa menahan situasi politik, ia mengaku tidak mempermasalahkan.

“Nggak lah masak film diharapkan menandingi mesin politik kekuasaan, keren banget filmnya pasti. Masak film harus melawan lembaga survey, masak film harus melawan partai, masak film harus melawan bansos,” tandasnya. (Kamal-01)

Berita Terkait

BERITA TERBARU

- Advertisement -spot_img

BERITA PILIHAN