30 C
Semarang
, 13 April 2024
spot_img

Kampung KB Kokolaka Jatirejo Terima Kunjungan Pembelajaran dari Pemerintahan Gunung Mas Kalimantan Tengah

Semarang, JatengNews.id – Sebanyak 29 orang rombongan dari Pemerintahan Kabupaten Gunung Mas Provinsi Kalimantan Tengah melakukan studi banding terkait Kampung Keluarga Berkualitas (KB) di Kota Semarang.

Adapun Kampung KB yang menjadi tempat studi banding yakni Kampung KB Kokolaka yang ada di Kelurahan Jatirejo Kecamatan Gunungpati Kota Semarang.

Ketua rombongan yakni Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak (DP2KBP3A) Kabupaten Gunung Mas Provinsi Kalimantan Tengah dr Rina Sari MM langsung disambut hangat di Kantor Kelurahan Jatirejo, Rabu 6 Maret 2024.

Baca juga: Polrestabes Semarang Lakukan Pembukaan Segel Ilegal Oknum Driver di Kantor Grab dan Maxim

dr Rima Sari dalam sambutannya, menyampaikan saat ini luas wilayah di Kabupaten Gunung Mas 9.317,11 KM2. Terdiri dari 12 Kecamatan 13 Kelurahan 114 Desa dan 23 Kampung KB.

“Ada 25 Kampung KB yang akan segera dicanangkan. Sementara kedepan seluruh desa kami dorong ada Kampung KB,” ujarnya.

Foto bersama peserta pembelajaran dari Kabupaten Gunung Mas Kalimantan Tengah di Rumah Sikoling Jatirejo, Rabu (6/3/2024). (Foto: dok)

Menurutnya, ini merupakan amanat dari Presiden RI bahwa semua desa harus ada Kampung KB. Sehingga perlu sinergitas melakukan kegiatan baik di seluruh stakeholder.

“Maka dari itu kami mengajak seluruh stakeholder kami untuk berlajar banyak disini,” tegas dr Rima.

Adapun 29 rombongan yang dibawa terdiri dari unsur DP2KBP3A Bidang P4 dan PKB 9 orang, Camat 6 orang beserta Ketua PKK Kecamatan, Kepala Desa Kampung KB 4 orang beserta Ketua PKK Desa dan Ketua Pokja Kampung KB.

Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Semarang dr Lilik Faridah MM yang turut hadir menyampaikan, di Kota Semarang sudah ada 177 Kampung KB tersebar di semua kelurahan.

Menurutnya, dengan adanya Kampung KB ini tentunya sangat membantu penanganan angka status stunting anak. Untuk prevalensi stunting di Kota Semarang sendiri di angka 5,1 dari 10,4.

“Dan mudah-mudahan Kota Semarang tahun 2024 bisa zero stunting sesuai arahan Ibu Wali Kota Semarang,” tegasnya.

Ia menjelaskan, jika beberapa upaya untuk menuntaskan stunting terus dilakukan. Seperti program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) dan adanya Daycare di sejumlah wilayah.

Selain itu adanya kolaborasi antar Organisasi Perangkat Daerah (OPD), lurah, camat hingga melibatkan kader-kader yang ada di lingkungan setempat. Supaya kegiatan pemantauan kasus stunting betul-betul terekam dan diuplod di Kampung KB.

“Makanya beberapa teman OPD kami masuk ke Kampung KB sebagai pendamping yang tugasnya mengevaluasi dan mengarahkan. Sehingga ketika ada Musrembang bisa disuarakan. Ini yang kita dorong bersama-sama dalam penanganan kasus stunting di Kota Semarang,” jelasnya.

Baca juga: Mbak Ita Ingin Kenalkan Sejarah Semarang ke Generasi Muda Melalui Buku

Sementara Plt Lurah Jatirejo Alfrida Very Sanavel dalam sambtannya, mengucapkan selamat datang di Jatirejo Kecamtan Guungpati Kota Semarang.

“Semoga kedatangan rombogan dari Gunung Mas ke sini ada kenangan yang berkesanan di Jatirejo. Tentunya ada sisi baik dan kurang baik, yang baik bisa ditiru dan dimodifikasi dan kurang baik mohon dimaklumi,” ucapnya.

Sementara kegiatan ini juga dihadiri oleh Wakil Kepala BKKBN Jawa Tengah Heri Kusyanto, Camat Gunungpati Sabar Trimulyo, Kapolsek Gunungpati dan Komandan Koramil (Danramil) Gunungpati dan lainnya.  (01)

Berita Terkait

BERITA TERBARU

- Advertisement -spot_img

BERITA PILIHAN