30 C
Semarang
, 13 April 2024
spot_img

Dinas Kesehatan Kota Pekalongan Temukan Beberapa Sampel Makanan Mengandung Bahan Berbahaya 

Pekalongan, Jatengnews.id – Masyarakat Kota Pekalongan diminta lebih hati-hati dan cerdas memilih makanan. Pasalnya, pihak Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Pekalongan menemukan beberapa sampel makanan yang mengandung bahan berbahaya, seperti boraks dan pewarna rhodamin, dari ratusan sampel makanan takjil yang dijual di wilayah itu.

Kepala Dinkes Kota Pekalongan, melalui Sanitarian Muda, Maysaroh mengatakan temuan tersebut merupakan hasil uji keamanan pangan yang diselenggarakan Dinkes setempat, pada berbagai lokasi di Kota Pekalongan, 18-22 Maret 2024.

Baca juga : Alfamart Salurkan Bantuan Bahan Makanan Korban Banjir di Kota Semarang

“Satu tim mencari 50 sampel makanan yang dicurigai. Jadi, kita fokuskan makanan yang kita curigai mengandung bahan berbahaya, dilihat dari sisi warna, tampilan, dan hasil temuan di tahun sebelumnya,” katanya dikutip dari laman resmi Pemprov Jateng Sabtu (30/03/2024).

Dijelaskan, berdasarkan sampel uji, beberapa makanan yang ditemukan masih mengandung boraks adalah 2 sampel mi kenyol, 1 sampel kerupuk gendar, 1 sampel sempolan mengandung boraks, sedangkan 1 sampel kerupuk warna warni positif mengandung rhodamin.

Terkait hasil temuan tersebut, imbuh Maysaroh, Dinkes Kota Pekalongan akan menindaklanjuti dengan mencari produsen produk tersebut, untuk diedukasi mengenai bahan pangan berbahaya.

Diterangkan, petugas uji dari Dinkes setempat juga menempelkan label khusus berupa stiker pembinaan pengawasan, sebagai tanda bagi masyarakat, jika makanan yang dijual aman dikonsumsi.

Lebih lanjut, ia mengimbau masyarakat untuk cerdas memilih makanan, dengan memperhatikan nilai gizi dan keamanan pangan.

“Aman di sini artinya bebas tiga bahaya, yaitu fisik, kimia dan biologi. Dengan melihat apakah makanan tertutup, atau tidak ada kemungkinan debu atau hewan yang menempel,” ujarnya.

Baca juga : Kemensos Berikan Makanan dan Kesehatan Korban Banjir Semarang

Cara lainnya, imbuh Maysaroh, adalah mengecek warna makanan. Jika makanan memiliki warna mencolok, kemungkinan makanan tersebut mengandung pewarna berbahaya, seperti boraks. Sementara, makanan yang mengandung formalin berwarna putih, mengkilap, dan bertekstur sangat kenyal. (03)

Berita Terkait

BERITA TERBARU

- Advertisement -spot_img

BERITA PILIHAN