28 C
Semarang
, 29 May 2024
spot_img

Setiap 10 Menit Satu Anak Terbunuh di Gaza

Jakarta, Jatengnews.id – Seorang pejabat United Nations Children’s Fund (Unicef), yang merupakan organisasi sayap PBB, bahkan menggambarkan kengerian yang dialami anak-anak di Gaza tiap harinya.

“Dari cedera parah akibat serangan udara, hingga trauma karena terjebak dalam bentrokan kekerasan, kisah-kisah mereka memberikan gambaran mengerikan tentang dampak konflik terhadap kemanusiaan,” kata Spesialis Komunikasi UNICEF Tess Ingram dikutip dari Suara.com jaringan berita Jatengnews.id Rabu (17/04/2024).

Baca juga : Harga Pangan Bisa Naik Imbas Serangan Iran ke Israel

Ingram sendiri baru kembali dari Gaza pada Senin (15/4/2024) setelah selama dua minggu berada di kawasan konflik bersenjata antara Israel dan Hamas. Ia mengemukakan, lebih dari 12 ribu anak terluka di Gaza sejak serangan Israel 7 Oktober 2023.

Mengutip Alarabiya, Ingram sendiri tak yakin bahwa angka tersebut merupakan jumlah pasti. Sebab, Ingram memperkirakan jumlah tersebut terlalu sedikit dari angka riil korban serangan Israel di Gaza.

Dikatakannya, sedikitnya ada 70 anak yang terluka di Gaza dan dibiarkan tanpa pertolongan medis.

Ingram mengemukakan, saat ini kebutuhan yang paling mendesak yakni membantu evakuasi medis untuk memfasilitasi korban agar mendapat perawatan yang tepat.

“Dengan satu anak terbunuh atau terluka setiap 10 menit, kita memerlukan gencatan senjata,” kata Ingram.

Lebih lanjut, ia mengemukakan kengerian lainnya di bawah pendudukan Tentara Israel di Gaza.

“Bayangkan digeledah, dibiarkan telanjang dan diinterogasi selama berjam-jam. Anda kemudian diberitahu aman dan boleh pergi. Saat Anda segera berjalan pergi sambil berdoa, kemudian Anda tertembak.” katanya.

Baca juga : Keluarkan Fatwa Terbaru, MUI Imbau Umat Islam Berhenti Konsumsi Produk Perusahaan Pendukung Israel

“Ayah Anda terbunuh dan peluru menembus panggul hingga menyebabkan luka dalam dan luar serius yang memerlukan operasi,” ujarnya.

Sebagai informasi, Kementerian Kesehatan Gaza mengemukakan, hingga saat ini, serangan militer Israel di Jalur Gaza telah menewaskan sedikitnya 33.797 warga Palestina dan melukai 76.465 orang lainnya.

 “Gencatan senjata yang langgeng menjadi satu-satunya cara untuk menghentikan pembunuhan dan pencacatan terhadap anak-anak,” kata Ingram. (03)

Berita Terkait

BERITA TERBARU

- Advertisement -spot_img

BERITA PILIHAN