28 C
Semarang
, 27 May 2024
spot_img

Masa Panen, Petani Karanganyar Justru Menjerit

Karanganyar, Jatengnews.id – Para petani di Karanganyar masih sulit untuk memperoleh keuntungan saat panen raya musim tanam (MT) I. Hasil panen yang diperoleh hanya untuk biaya operasional.

Kondisi ini diperparah lagi dengan sulitnya mendapatkan pupuk. Khususnya pupuk bersubsidi.

Baca juga: Kader Muda Partai Gerindra Wawan Pramono Siap Bertarung di Pilkada Karanganyar

Harga gabah saat ini berada di bawah harga pembelian pemerintah (HPP). Sebelumnya, harga gabah ditingkat petani mencapai harga Rp800 ribu untuk satu kwintal. Saat ini hanya Rp600 ribu per satu kwintal.

Haryanta, salah satu petani yang juga Kepala Desa Jati kepada wartawan, Kamis (25/4/2024) mengatakan, meski berada di harga Rp600 ribu per kwintal atau Rp6000 per kilogram, hasil panen para petani ini tidak laku. Harga jual, lanjut Haryanta, tidak ada yang mencapai Rp6000 per kilogram.

“Harga anjlog. Panen tidak laku. Bulog juga tidak membeli gabah petani. Para petani terpaksa menjual kepada tengkulak,”kata Haryanta.

Dikatakan Haryanta, para penebas atau tengkulak, tidak mau membeli dengan harga Rp6000 per kilogram.

“Tidak ada pilihan mas. Hasil panen dibeli murah oleh tengkulak. Ini sangat merugikan petani. Hasilnya tidak sesuai dengan biaya produksi yang semakin tinggi,”ujarnya.

Baca juga: VIDEO KPU Karanganyar Buka Lowongan PPK

Haryanta berharap agar pemerintah melalui Bulog dapat menyerap hasil panen petani yang semakin anjlok.

“Kami berharap agar Bulog dapat menyerap hasil panen petani sesuai dengan HPP yang ditetapkan,”pungkasnya. (Iwan-02)

Berita Terkait

BERITA TERBARU

- Advertisement -spot_img

BERITA PILIHAN