33 C
Semarang
, 24 May 2024
spot_img

Kereta Api 61 Sembrani Tertemper Sepeda Motor di Perlintasan Sebidang Anjasmoro Semarang

Semarang, Jatengnews.id – Manager Humas KAI Daop 4 Semarang Franoto Wibowo membenarkan bahwa KA 61 Sembrani dengan relasi Surabaya Pasarturi – Semarang – Gambir tertemper sepeda motor di jalur hilir Km 2+8 Perlintasan Sebidang Terjaga Jl Anjasmoro Semarang petak jalan Stasiun Semarang Poncol – Stasiun Jerakah pada Selasa 7 Mei 2024 pukul 11.25 WIB.

Pada saat sebelum kejadian, Masinis KA 61 Sembrani telah membunyikan suling lokomotif berulang kali dan pengendara menerobos palang pintu perlintasan yang telah ditutup.

Baca juga : 44.747 Pemudik Tinggalkan Jakarta Gunakan Kereta Api

“KAI turut prihatin dan belasungkawa atas kejadian tersebut. KAI juga menyayangkan adanya kejadian ini, karena dapat berdampak pada keselamatan penumpang dan perjalanan kereta api,” jelasnya.

Saat ini korban telah dievakuasi dan ditangani oleh pihak Kepolisian setempat. Akibat kejadian tersebut tidak ada imbas kerusakan sarana, namun ada keterlambatan sebanyak 5 menit pada KA 61 Sembrani karena adanya pemeriksaan rangkaian KA oleh Masinis paska kejadian di Stasiun Jerakah.

KAI mengimbau agar masyarakat pengguna jalan agar mendahulukan perjalanan Kereta Api, hal tersebut sesuai dengan UU 23 tahun 2007 tentang Perekeretaapian pada Pasal 124 yang menyatakan pada perpotongan sebidang antara jalur kereta api dan jalan, pemakai jalan wajib mendahulukan perjalanan kereta api.

KAI terus melakukan Sosialisasi keselamatan kepada masyarakat sebagai upaya preventif dalam rangka menekan angka kecelakaan.

Baca juga : Kereta Api Argo Muria Tertemper Orang di Petak Jalan Jerakah-Semarang Poncol

“Kami juga meminta bantuan kepada masyarakat untuk mengingatkan para pengguna jalan agar selalu waspada dan tidak melintas diperlintasan sebidang ketika KA akan lewat, karena sangat membahayakan, serta kami mohon kepada pihak yang berwenang untuk mengevaluasi keberadaan perlintasan tidak dijaga tersebut yang berpotensi menimbulkan  bahaya kecelakaan untuk dilakukan peningkatan keselamatan,” tutup Franoto. (03)

Berita Terkait

BERITA TERBARU

- Advertisement -spot_img

BERITA PILIHAN