27 C
Semarang
, 29 May 2024
spot_img

Efek Samping Vaksin Covid Astrazeneca yang Meresahkan

Jakarta, Jatengnews.idVaksin Astrazeneca ini rupanya memiliki efek samping langka seperti yang sedang ramai diperbincangkan baru-baru ini. Ada laporan bahwa efek samping vaksin covid astrazeneca ini memicu pembekuan darah atau thrombosis thrombocytopenia syndrome (TTS).

Menanggapi kabar tersebut, BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan) menyampaikan bahwa vaksin Covid-19 merek AstraZeneca sudah tak lagi digunakan di Indonesia dalam program vaksinasi Covid yang hingga saat ini masih berjalan.

Baca juga : Isu Vaksin Covid-19 AstraZeneca Sebabkan Pembekuan Darah Ini Penjelasan BPOM

“Saat ini, vaksin Covid-19 AstraZeneca tidak digunakan lagi dalam program vaksinasi atau imunisasi dan berdasarkan hasil pengawasan dan penelusuran BPOM menunjukkan bahwa saat ini vaksin AstraZeneca sudah tidak beredar di Indonesia,” tulis BPOM melalui siaran pers Kamis (09/05/2024).

BPOM juga menyampaikan, tidak ada laporan kejadian mengenai keamanan termasuk efek samping TTS di Indonesia yang ada kaitannya dengan vaksin AstraZeneca hingga April 2024. WHO juga turut menyampaikan bahwa kasus efek samping TTS ini sangat jarang bahkan 1:10.000.

“Kejadian TTS yang sangat jarang tersebut terjadi pada periode 4 sampai dengan 42 hari setelah pemberian dosis vaksin AstraZeneca. Apabila terjadi di luar periode tersebut, maka kejadian TTS tidak terkait dengan penggunaan vaksin AstraZeneca,” terang  BPOM.

Berdesarkan keterangan BPOM, pihaknya memastikan bahwa pemantauan keamanan vaksin AstraZeneca hingga saat ini masih terus berjalan rutin dalam bentuk surveilans selama program imunisasi.

“BPOM mengimbau kepada masyarakat untuk melaporkan efek samping yang timbul setelah penggunaan vaksin dalam program imunisasi kepada tenaga kesehatan sebagai bagian dari pemantauan farmakovigilans,” jelas BPOM.

Baca juga : DKPP Klaten Lakukan Vaksin Antraks Hewan Ternak

Sebagai informasi tambahan, AstraZeneca atau disebut juga dengan nama Vaxzevria ini merupakan salah satu merek vaksin Covid19 yang digunakan di Indonesia. Vaksin  buatan perusahaan farmasi Inggris dan Universitas Oxford ini dikembangkan dari Februari 2020. (03)

Berita Terkait

BERITA TERBARU

- Advertisement -spot_img

BERITA PILIHAN