24 C
Semarang
, 23 June 2024
spot_img

Waspada Seorang Pria Meninggal Dunia Usai Terkena Flu Burung

Jakarta, Jatengnews.id – WHO mengumumkan kematian seorang pria berusia 59 tahun di Mexico City akibat jenis flu burung yang belum pernah terkonfirmasi pada manusia sebelumnya, yaitu virus influenza A (H5N2).

WHO menjelaskan bahwa ini adalah kasus pertama infeksi H5N2 pada manusia yang dilaporkan secara global. Korban tidak memiliki riwayat kontak dengan unggas atau hewan lain.

Baca juga : VIDEO Japelidi Ajak Anak Muda dan Influencer Kolaborasi Tangkal Hoax

“Ini adalah kasus infeksi virus influenza A (H5N2) pada manusia yang dikonfirmasi secara laboratorium dan dilaporkan secara global,” kata WHO dalam sebuah laporan, mengacu pada jenis virus H5N2 yang melanda peternakan unggas.

Ia disebut memiliki beberapa kondisi medis mendasar, serta telah terbaring di tempat tidur selama tiga minggu sebelum gejala muncul. Infeksi pada manusia pertama kali diberitahukan kepada pejabat kesehatan pada 23 Mei.

Meskipun H5N2 termasuk jenis flu burung yang mematikan dan cepat menyebar di antara unggas, WHO menilai risiko virus ini terhadap masyarakat umum saat ini rendah.

Jenis flu burung lain yang dikenal sebagai H5N1 telah menjadi perhatian utama para pejabat mengingat mutasi yang diperoleh tahun lalu memungkinkan virus tersebut berpindah dari unggas ke sapi.

Orang yang tertular flu burung bukanlah sesuatu yang terlalu mengejutkan, kata badan tersebut.

“Setiap kali virus flu burung beredar di unggas, terdapat risiko penularan dan sejumlah kecil kasus pada manusia akibat paparan terhadap unggas yang terinfeksi atau lingkungan yang terkontaminasi,” kata laporan itu.

Flu burung umumnya menular dari unggas ke manusia melalui paparan langsung atau lingkungan yang terkontaminasi, dan kasus manusia yang terjadi sporadis dianggap tidak mengejutkan.

Baca juga : Waspada Bahaya Flu Singapura Mulai Jangkit Orang Indonesia

Tidak ada lagi kasus infeksi H5N2 pada manusia yang tercatat terkait dengan kematian ini, dan kemungkinan penyebaran berkelanjutan dari manusia ke manusia dianggap rendah. (03)

Berita Terkait

BERITA TERBARU

- Advertisement -spot_img

BERITA PILIHAN