31 C
Semarang
, 23 July 2024
spot_img

Tekan Penyebaran DBD, Temanggung Galakkan Gertak PSN 3M-Plus

Magelang, Jatengnews.id – Pemerintah Kabupaten Temanggung melakukan Gerakan Serentak Pemberantasan Sarang Nyamuk (Gertak PSN) 3M-Plus sebagai respon cepat kesiapsiagaan terhadap penyakit Infeksi Dengue atau DBD.

“Berbagai upaya dilakukan Pemerintah Kabupaten Temanggung untuk pencegahan dan penanganan penyakit DBD. Di antaranya Gertak PSN 3M-Plus,” ungkap Penjabat (Pj) Bupati Hary Agung Prabowo saat memimpin Gertak PSN 3M-Plus di Dusun Sanggrahan, Desa Mojotengah, Kecamatan Kedu, Temanggung belum lama ini.

Baca juga : Angka Kematian DBD Paling Banyak Ditemukan di Kelompok Usia 5-14 Tahun

PSN dilakukan di antaranya dengan menguras, menutup, dan memanfaatkan kembali limbah barang bekas yang bernilai ekonomis (daur ulang).

Sejumlah petugas jumantik menemukan jentik nyamuk Aedes Aegypti di sejumlah kolam penampungan air di kamar mandi dan pekarangan rumah warga. Atas temuan itu, petugas kemudian menguras dan membersihkannya.

Pj Bupati mengatakan, sampai awal Juli 2024, dilaporkan kasus infeksi dengue di Kabupaten Temanggung sebanyak 1.215 kasus dengan 16 orang meninggal. Terinci 1.176 Demam Dengue, 38 kasus DBD dan 1 kasus Dengue Shock Syndrome (DSS).

Disampaikan, lima kecamatan tertinggi yang paling banyak terlapor kasus, yaitu Kecamatan Temanggung 249 kasus, Kranggan 105 kasus, Kedu 103 kasus, Parakan 99 kasus dan Kandangan 95 kasus.

“Gerakan ini selama satu minggu ke depan, setelah itu akan dievaluasi bagaimana dampaknya. Harapannya tidak ada lagi penambahan kasus,” katanya dikutip dari laman resmi Pemprov Jateng, Senin (08/07/2024).

Dipilihnya lokasi di dusun Dusun Sanggrahan, karena ada delapan kasus DBD, namun semuanya telah sembuh setelah mendapat perawatan dari Rumah Sakit.

Data Dinkes Temanggung, mereka yang meninggal akibat DBD dalam perawatan RSUD Djojonegoro sebanyak 15 orang, RS PKU Muhammadiyah Parakan satu orang. Sementara sebaran perawatan DBD di rumah sakit, untuk RSUD Djojonegoro 669 orang, RS PKU Muhammadiyah 307 orang, RS Ngesti Waluyo 136 orang, dan RS Gunung Sawo 77 orang.

Baca juga : Kasus DBD di Indonesia Tembus 91 Ribu

Selain itu, di Puskesmas Temanggung 10 orang, RS Soerojo Magelang dua orang, RST dr Soedjono dua orang, RSJ Magelang 10 orang dan RSI Wonosobo dua orang. (03)

Berita Terkait

BERITA TERBARU

- Advertisement -spot_img

BERITA PILIHAN