Demak, JatengNews.id – Banjir setinggi 20-40 cm masih merendam di kawasan Jalan Raya Desa Kalisari Kecamatan Sayung Demak termasuk pemukiman rumah warga.
Akibat banjir di Sayung Demak tersebut, Pemerintah melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (Dinputaru) serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Demak untuk turun langsung meninjau kondisi di lapangan.
Untuk penanganan langkah awal penanganan banjir Sayung Demak, pemerintah melakukan penyedotan air. Meski sangat sulit karena curah hujan tinggi dan sistem drainase yang kurang optimal.
Baca juga: Warga Sayung Pasang Spanduk Bentuk Protes Penanganan Banjir Demak
Kabid Darlog BPBD Demak, Suprapto, mengungkapkan bahwa permasalahan banjir Sayung Demak ini semakin kompleks akibat banyaknya saluran air yang tersumbat oleh jembatan rumah warga.
Akibatnya, aliran air dari desa-desa sekitar, seperti Wringinjajar, Kudu, Waru, Dombo, dan Karangasem, tidak dapat mengalir dengan baik.
“Kami juga menemukan bahwa elevasi Kali Dombo Sayung yang masih tinggi menjadi kendala utama dalam pembuangan air,” ujar Suprapto, Sabtu (1/2/2025).
Sementara itu, Kepala Desa Kalisari, Sugiyono, menjelaskan bahwa pihaknya telah berusaha mengurangi genangan dengan pompanisasi secara mandiri. Namun, kapasitas pompa yang tersedia belum cukup untuk mengatasi volume air yang terus meningkat.
“Kami sudah melakukan berbagai upaya, tetapi pompa yang ada belum mampu bekerja secara maksimal,” jelasnya.
Untuk mengatasi masalah ini, Tim Dinputaru dan BPBD bersama perangkat desa mengadakan pertemuan dan menyepakati sejumlah langkah strategis. Salah satu solusi utama adalah pembangunan tanggul atau sabuk desa di perbatasan Kalisari – Jetaksari, yang akan didanai oleh Dinputaru dan dana desa.
“Kami berharap pembangunan tanggul ini bisa mengendalikan debit air yang masuk ke Desa Kalisari,” ujar Naning dari Tim Bidang Sumber Daya Air (SDA).
Selain itu, Dinputaru juga akan melakukan pembersihan sedimen drainase setelah penyusunan masterplan pembangunan Jalan Bangun, yang akan dikerjakan bersama Bidang SDA dan Bidang Bina Marga (BM).
“Kami akan mengusulkan pengadaan pompa pengendali banjir berkapasitas 250 liter/detik melalui APBD Perubahan 2025, dengan estimasi anggaran sebesar Rp500 juta,” ungkap perwakilan Dinputaru.
Pemerintah Desa Kalisari juga menyiapkan berbagai langkah untuk mempercepat proses penanganan genangan. Salah satu langkah yang akan dilakukan adalah pembongkaran bangunan yang menghalangi aliran drainase.
“Kami akan segera melakukan sosialisasi kepada warga agar proses pembongkaran dapat berjalan lancar,” ujar Sugiyono.
Selain itu, pemerintah desa mengajukan peningkatan daya listrik dari 11.000 kW menjadi 16.500 kW kepada PLN guna mengoptimalkan operasional pompa yang sudah ada.
“Kami sudah berkoordinasi dengan PLN Demak, dan mereka siap membantu dalam peningkatan daya listrik ini,” tambahnya.
Baca juga: 13 Kecamatan Terdampak Banjir Demak
Pemerintah desa juga telah mengajukan proposal pengadaan pompa pengendali banjir berkapasitas 2.000 liter/detik kepada Gubernur Jawa Tengah untuk digunakan di Kali Si Watu, Dukuh Pendilan, serta pengajuan proposal pompa 250 liter/detik kepada Bupati Demak melalui APBD Perubahan 2025.
Tak hanya itu, sebagai langkah cepat, Pemerintah Desa Kalisari telah meminjam mobil pompa dari PSDA Bodri Kutho yang mulai beroperasi sejak Jumat, 31 Januari 2025. Seluruh biaya operasional akan ditanggung oleh pemerintah desa.
“Pompa dari BPBD Provinsi juga sudah dalam kondisi siaga dan tinggal menunggu konfirmasi dari pemerintah desa untuk segera dioperasikan,” pungkas Sugiyono.
Demikian informasi, Pemerintah Demak siapkan langkah strategis untuk penanganan banjir Sayung Demak. Semoga segera terealisasi. (01)






