
TEGAL, Jatengnews.id – Aksi solidaritas bertajuk “Doa Bersama dan 1000 Lilin untuk Affan Kurniawan”, seorang pengemudi ojek online (ojol) yang meninggal secara tragis, berakhir ricuh pada Jumat (29/8/2205) malam.
Ribuan massa yang awalnya berkumpul secara damai di depan Mapolres Tegal Kota berubah menjadi anarkis setelah sekelompok pelajar ikut bergabung.
Baca juga: Demo May Day 2024, Pekerja Karanganyar Butuh Solusi Masalah Perburuhan
Aksi ini digelar oleh Aliansi Tegal Raya Menggugat, dan diikuti oleh berbagai elemen masyarakat, termasuk mahasiswa, pengemudi ojol, serta pelajar SMA/SMK.
Tujuannya semula adalah sebagai bentuk penghormatan terhadap mendiang Affan Kurniawan.
“Kami hanya ingin mengenang almarhum dengan damai. Tapi situasi berubah ketika massa mulai tak terkendali,” ujar Dimas Prasetyo, salah satu peserta aksi dari komunitas ojol.
Namun suasana mulai memanas setelah sekelompok pemuda yang diduga pelajar mulai melemparkan benda ke arah Mapolres.
Tidak lama kemudian, kericuhan meluas hingga ke area Gedung DPRD Kota Tegal yang berjarak tidak jauh dari lokasi awal.
Baca juga: Kerusuhan Demo Semarang, Massa Bakar Mobil, Motor dan Pos Polisi
Massa melempari gedung DPRD dengan batu dan benda tumpul, merusak taman serta pos pengamanan. Bahkan beberapa saksi menyebut massa juga melemparkan bom molotov, memicu api di bagian depan gedung.
“Kami mendengar ledakan kecil, lalu api langsung menyala. Itu sangat mengejutkan,” kata Nia Lestari, warga sekitar yang menyaksikan kejadian dari kejauhan.
Aparat kepolisian yang berjaga langsung bertindak dengan menyemprotkan water cannon dan menembakkan gas air mata ke udara guna membubarkan massa. Personel TNI juga diterjunkan untuk memperkuat pengamanan dan mencegah eskalasi lebih lanjut.(02)