29.4 C
Semarang
, 30 Agustus 2025
spot_img

Mahasiswa KKN UIN Walisongo Hidupkan Semangat Belajar di Malaysia

Selama program berlangsung dari tanggal 8 Juli sampai 3 Agustus 2025, para santriwati mendapatkan pengajaran intensif meliputi fiqih, tauhid, sirah nabawiyah, bahasa Arab, hingga pelatihan keterampilan berpidato dan psikologi.

SELANGOR, Jatengnews.id – Semangat menuntut ilmu tampak begitu hidup, ketika para santriwati mengikuti rangkaian kegiatan pembelajaran yang dibimbing langsung oleh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Mandiri Misi Khusus (MMK) Internasional Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo di Maahad Tahfiz Al Husni, Jeram, Kuala Selangor Malaysia.

Adapun, selama program berlangsung dari tanggal 8 Juli sampai 3 Agustus 2025, para santriwati mendapatkan pengajaran intensif meliputi fiqih, tauhid, sirah nabawiyah, bahasa Arab, hingga pelatihan keterampilan berpidato dan psikologi. Program yang berlangsung selama beberapa pekan ini tidak hanya menyajikan materi keagamaan yang mendalam, tetapi juga membekali santriwati dengan keterampilan yang bermanfaat.

Baca juga : Mahasiswa KKN UIN Walisongo Ikuti Seminar Edukasi HIV/AIDS Bersama dr. Purbo Rinanto di Wonokerto

Pembelajaran agama dan bahasa menjadi fokus utama dalam kegiatan pengajaran kali ini, karena output yang diharapkan adalah perlombaan Speech, Khitobah dan Quiz Competition yang meliputi empat mata pelajaran tersebut pada akhir masa KKN. Dalam kelas fiqih, yang diadakan dua kali setiap pekan, para santriwati diajak mendalami bab thaharah (bersuci), pembahasan mendalam tentang haid dan istihadhah, mengenal berbagai macam najis, serta memahami pembagian air menurut hukum Islam. Sementara itu, pengajaran tauhid yang diajarkan seminggu sekali diarahkan pada penguatan akidah. Santriwati dikenalkan pada tiga macam tauhid, sifat-sifat wajib, jaiz, dan mustahil bagi Allah serta Rasul-Nya.

Di kelas sirah nabawiyah yang juga digelar sekali setiap minggu pun menjadi momen yang menginspirasi. Melalui kisah perjalanan hidup Rasulullah SAW, mulai dari kelahiran di Tahun Gajah, perjuangan dakwah di Mekah dan Madinah, hingga wafatnya beliau, para santriwati diajak merenungi keteladanan sang Nabi dalam setiap aspek kehidupan. Tidak kalah menarik, kelas bahasa Arab menjadi favorit bagi sebagian besar santriwati. Mereka mempelajari mufrodat atau kosakata sehari-hari, mulai dari nama-nama hewan, anggota tubuh, warna-warna, hingga mahfudzot atau kata-kata mutiara penuh makna. Pengajaran dilengkapi dengan permainan bahasa, ice breaking menarik, dan nyanyian bersama, sehingga suasana kelas terasa hidup dan menyenangkan.

Selain materi akademik, pelatihan speech dan khitobah juga diadakan untuk membentuk keberanian berbicara di depan umum. Santriwati dilatih menyampaikan pidato dengan intonasi, artikulasi, dan bahasa tubuh yang tepat. Sedangkan di bidang pengembangan kepribadian, diadakan pula kelas psikologi yang membahas pengelolaan emosi dan psikoedukasi. Tujuannya adalah membantu santriwati memahami diri, mengelola stres, serta menumbuhkan rasa percaya diri.

Seluruh pengajaran tersebut disampaikan dengan metode yang interaktif, menggunakan tanya-jawab, studi kasus, dan simulasi, sehingga para santriwati tidak hanya memahami secara teori tetapi juga mampu mempraktikkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Salah satu santri Ma’had Al Husni, Aisyah samsul mengutarakan rasa senangnya karena  mengaku mendapatkan pengalaman belajar yang berbeda dan lebih bervariasi dibandingkan metode biasanya.

“Belajarnya asyik, ustadzah-ustadzahnya ramah, kami jadi semangat menghafal, belajar fiqih, dan bahasa Arab,” ujarnya.

Kegiatan ini disambut antusias oleh para santriwati yang merasakan langsung manfaat pembelajaran yang terstruktur dan menyenangkan. Ditengah kesibukan para santriwati dalam menghafalkan Al-Qur’an setiap harinya, hal tersebut tidak menjadikan mereka abai dalam mengikuti kegiatan pengajaran. Justru, semangat menghafal Al-Qur’an semakin mendorong mereka untuk memperdalam pemahaman fiqih, tauhid, dan bahasa Arab yang diajarkan.

Salah satu anggota KKN MMK Internasional, Hanifa Khaerani mengutarakan rasa syukurnya

“Kami berharap seluruh ilmu yang kami ajarkan dapat menjadi bekal bagi para santriwati, baik dalam mengamalkan ajaran Islam maupun mengembangkan potensi diri mereka,” ujarnya.

Baca juga : Mahasiswa KKN UIN Walisongo Salurkan Bantuan Beras untuk 234 Kepala Keluarga di Desa Donosari

Program ini diharapkan dapat memberikan dampak jangka panjang, tidak hanya dalam penguasaan ilmu agama dan bahasa, tetapi juga dalam pembentukan karakter generasi muslimah yang berilmu, berakhlak mulia, dan siap menjadi teladan di tengah masyarakat. KKN MMK Internasional pun meninggalkan kesan yang mendalam, bukan hanya sebagai pengajar, tetapi juga sahabat dan motivator bagi para santriwati Maahad Tahfiz Al Husni. (03)

Berita Terkait

BERITA TERBARU

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

BERITA PILIHAN