DEMAK, Jatengnews.id – Masjid Agung Demak (MAD) sebagai warisan budaya dunia UNESCO terus digencarkan.
Dinas Pariwisata Demak bersama berbagai pihak terkait mengikuti pertemuan koordinasi peningkatan status MAD sekaligus pemeriksaan kinerja perlindungan aset bersejarah di ruang pertemuan takmir Masjid Agung Demak, belum lama ini.
Baca juga : Grebeg Besar Menjelang Idul Adha, Alun-alun Demak Disesaki Pedagang
Pertemuan tersebut dihadiri Direktur Pemeriksaan VI B BPK RI, Mujahidin Asa; Kepala Biro Perencanaan dan Keuangan Setjen Kementerian Kebudayaan, Puguh Wiyatno; Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah X, Tutik; Inspektorat Demak, Kurniawan; Kepala Dindikbud, Haris Wahyudi Ridwan; Kepala Dinparta, Endah Cahya Rini; serta Plt. Sekretaris Dinparta, Masluroh.
Mujahidin menegaskan, selain membahas revitalisasi Masjid Agung Demak, pertemuan ini menjadi ajang komunikasi dan kolaborasi berbagai pihak untuk merealisasikan peningkatan status MAD dari warisan budaya nasional menjadi warisan dunia yang diakui UNESCO.
“Tujuan besar ini tentu bisa terwujud jika ada sinergi kuat antara takmir, akademisi, pemerintah daerah, pemerintah pusat, hingga pihak swasta,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Kepala Dinparta Demak, Endah Cahya Rini. Menurutnya, jika seluruh proses berjalan lancar, status MAD sebagai cagar budaya dunia diharapkan mampu memberikan dampak besar bagi perekonomian daerah.
“Dengan diakuinya Masjid Agung Demak oleh UNESCO, tidak hanya melindungi dan melestarikan bangunan bersejarah tertua peradaban Islam di Jawa, tapi juga membangkitkan kebanggaan masyarakat serta menjadikan Demak pusat pembelajaran peradaban Islam di Nusantara,” jelasnya, Selasa (9/9/2025).
Dari sisi pariwisata, Demak menunjukkan tren yang terus meningkat. Tahun 2024 tercatat sekitar 3,2 juta kunjungan wisatawan. Hingga pertengahan 2025, jumlah kunjungan sudah mencapai 2,9 juta orang, dan diproyeksikan menembus 3,5–3,7 juta wisatawan hingga akhir tahun. Angka tersebut berarti ada kenaikan sekitar 10–15 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Masjid Agung Demak bersama Makam Sunan Kalijaga tetap menjadi magnet utama wisata religi. Bahkan, Demak konsisten menempati tiga besar destinasi wisata religi di Jawa Tengah. Yang lebih membanggakan, Masjid Agung Demak kini telah mengantongi sertifikat ISO untuk tata kelola dan pelayanan, sebagai bukti kesiapan menuju destinasi berkelas internasional.
Baca juga : Siswa SMPN 3 Bonang Jelajahi Sejarah dan Budaya Demak
Mayoritas wisatawan masih didominasi oleh pengunjung domestik dari Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Jabodetabek. Namun, wisatawan mancanegara juga mulai meningkat, terutama dari Malaysia dan Singapura yang tertarik pada wisata religi serta sejarah Islam. (03)






