31 C
Semarang
, 13 Desember 2025
spot_img

Bank Indonesia : Konsumsi Ikan Dorong Ekonomi dan Tekan Inflasi Jawa Tengah

Bank Indonesia Jateng menekankan pentingnya sektor perikanan untuk stabilitas ekonomi dan inflasi di Jawa Tengah.

SEMARANG, Jatengnews.id – Bank Indonesia menilai sektor perikanan memiliki peran strategis dalam menjaga stabilitas ekonomi dan inflasi di Jawa Tengah.

Melalui Gerakan Makan Ikan (Gemarikan) dan ajang Central Java Fish Market (CJFM) 2025, masyarakat didorong meningkatkan konsumsi ikan yang tak hanya bergizi tinggi, tetapi juga berdampak langsung pada keseimbangan harga pangan.

Baca juga : Bank Indonesia Sebut Ekonomi Jawa Tengah Tumbuh Stabil

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah, Rahmat Dwisaputra, mengungkapkan bahwa sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan menjadi penopang penting ekonomi daerah. Pada triwulan III 2025, sektor tersebut berkontribusi 12,88 persen terhadap PDRB Jawa Tengah.

“Edukasi dan sosialisasi gerakan makan ikan harus terus digencarkan. Selain memperkuat ketahanan pangan, konsumsi ikan juga membantu menjaga stabilitas inflasi dan menekan angka stunting,” tegas Rahmat.

Menurut Rahmat, peningkatan konsumsi ikan lokal akan memperluas pasar hasil tangkapan nelayan, memperkuat rantai pasok, dan menekan ketergantungan terhadap komoditas protein lain yang harganya lebih fluktuatif. “Ketika masyarakat beralih ke sumber protein yang melimpah dan terjangkau seperti ikan, tekanan inflasi pangan bisa lebih terkendali,” ujarnya.

Data BI mencatat, ekspor kelautan dan perikanan Jawa Tengah tahun 2024 mencapai 83,15 juta ton dengan nilai Rp5,76 triliun, menunjukkan daya saing sektor ini di pasar global.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah Sumarno menambahkan, produksi ikan tangkap mencapai 410.745 ton, dan perikanan budidaya 554.810 ton sepanjang 2024, dengan nilai ekonomi lebih dari Rp6,19 triliun.

“Gemarikan bukan hanya kampanye gizi, tapi juga strategi ekonomi. Dengan memasukkan ikan dalam program Makan Bergizi Gratis, kita bisa mendorong kesejahteraan nelayan sekaligus menjaga stabilitas harga pangan,” ujar Sumarno.

Baca juga : Melalui Central Java Fish Market Bank Indonesia Dorong Peningkatan Konsumsi Ikan

Bank Indonesia menilai langkah Pemprov Jateng ini selaras dengan upaya menjaga daya beli masyarakat, menekan inflasi pangan bergejolak (volatile food), serta memperkuat pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif. (03)

Berita Terkait

BERITA TERBARU

- Advertisement -spot_img

BERITA PILIHAN