30 C
Semarang
, 16 Desember 2025
spot_img

DPRD Jateng Tinjau Rumah Apung Timbulsloko Jadi Percontohan untuk Daerah Rob

DPRD Jateng memberikan perhatian pada program rumah apung di Desa Timbulsloko untuk meningkatkan kehidupan warga.

DEMAK, Jatengnews.id – Harapan baru mulai tumbuh di tengah genangan air yang tak kunjung surut. Warga Desa Timbulsloko, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak, kini mulai merasakan manfaat dari program rumah apung, sebuah inovasi yang menghadirkan napas segar bagi kehidupan mereka setelah puluhan tahun hidup berdampingan dengan air laut.

Program rumah apung ini mendapat perhatian khusus dari Komisi D DPRD Provinsi Jawa Tengah. Dipimpin langsung oleh Ketua Komisi D, Hj Ida Nursa’dah, rombongan melakukan kunjungan kerja ke lokasi pada Selasa (11/11/2025).

Baca juga : Peragaan Busana Timbulsloko: Kreativitas Warga Pesisir Lawan Rob

Kunjungan tersebut bertujuan meninjau kondisi warga sekaligus melihat langsung progres pembangunan rumah apung yang kini menjadi sorotan publik.

Hingga saat ini, lima unit rumah apung telah rampung dibangun, sementara sepuluh unit lainnya masih dalam proses penyelesaian. Dari jumlah tersebut, tiga unit merupakan bantuan CSR dari Bank Jateng, sedangkan sisanya hasil kolaborasi antara APBD Kabupaten Demak dan swadaya penerima bantuan. Setiap unit rumah dibangun dengan nilai sekitar Rp120 juta.

“Rumah apung ini solusi bagi warga yang hidup di wilayah yang sudah menjadi lautan. Saat air laut pasang, rumah ikut naik, jadi tidak lagi terendam,” ujar Hj Ida Nursa’dah di sela kunjungannya.

Ia menambahkan, bantuan pemerintah memang dilakukan secara bertahap karena keterbatasan anggaran. Namun melihat manfaat besar yang dirasakan warga, pihaknya berkomitmen untuk mengupayakan kelanjutan program rumah apung dalam APBD Jateng tahun 2026.

“Kami akan terus berkoordinasi dengan Disperakim Jateng dan Dinperkim Kabupaten Demak agar program ini berlanjut,” tegasnya.

Selain perumahan, Ida juga menyoroti pentingnya transportasi bagi warga pesisir. Menurutnya, kondisi wilayah yang kini dikelilingi air membuat mobilitas warga menjadi semakin sulit.

“Transportasi juga harus dipikirkan. Kalau anggaran belum memungkinkan, bisa diupayakan melalui CSR perusahaan,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Desa Timbulsloko, Nadhiri, menjelaskan bahwa desanya dihuni sekitar 1.100 kepala keluarga (KK), dengan 140 KK tinggal di Dukuh Timbulsloko dan 50 KK di Dukuh Bogorame.

Baca juga : Indahnya Pesona Tersembunyi Desa Timbulsloko

“Kondisi paling parah memang di Timbulsloko. Sudah 15 tahun daerah kami terendam air rob. Kami berharap semua warga bisa memiliki rumah apung,” ungkapnya. (03)

Berita Terkait

BERITA TERBARU

- Advertisement -spot_img

BERITA PILIHAN