Beranda Pendidikan Kemdiktisaintek Siapkan Rp2 Miliar untuk Dukung Riset Kampus di Jateng

Kemdiktisaintek Siapkan Rp2 Miliar untuk Dukung Riset Kampus di Jateng

Kemdiktisaintek mendorong riset perguruan tinggi untuk mendukung kemajuan industri nasional. Ketahui lebih lanjut di sini.

Direktur Hilirisasi dan Kemitraan Kemdiktisaintek, Yos Sunitiyoso. (Foto : Kamal)
Direktur Hilirisasi dan Kemitraan Kemdiktisaintek, Yos Sunitiyoso usai Sosialisasi Program Ajakan Industri Tahun 2026 di Gedung Gradhika Semarang, Kamis (13/11/2025). (Foto:Kamal)

SEMARANG, Jatengnews.id – Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) tengah mendorong hasil riset perguruan tinggi agar lebih bermanfaat bagi keberlangsungan dan kemajuan industri nasional.

Jawa Tengah (Jateng) menjadi salah satu daerah yang disasar dalam program ini, mengingat potensinya sebagai kawasan industri berkembang.

Baca juga : Sabet BRIN RIIM Award 2024, Udinus Buktikan Kemajuan Keunggulan Riset

Sebagai bentuk dukungan, Kemdiktisaintek menyiapkan pembiayaan hingga Rp2 miliar bagi peneliti dengan proposal riset yang dinilai sesuai dengan kebutuhan dunia usaha.

Direktur Hilirisasi dan Kemitraan Kemdiktisaintek, Yos Sunitiyoso, mengatakan pihaknya akan menjembatani komunikasi antara pelaku industri dan peneliti. Langkah ini dilakukan agar riset yang dilakukan benar-benar menjawab persoalan industri.

“Tujuannya untuk kebutuhan industri. Jadi nanti kita seleksi mana proposal penelitian yang risetnya sesuai kebutuhan dunia usaha,” kata Yos seusai Sosialisasi Program Ajakan Industri Tahun 2026 di Gedung Gradhika Semarang, Kamis (13/11/2025).

Yos menjelaskan, riset yang didukung pemerintah akan mencakup berbagai sektor industri. Namun, terdapat delapan sektor yang menjadi prioritas nasional.

“Ketahanan pangan, energi, kemaritiman, industrialisasi, hilirisasi, kesehatan, material maju, dan penggunaan energi,” jelasnya kepada Jatengnews.id.

Ia berharap perguruan tinggi di Jawa Tengah bisa berperan aktif dalam program ini, mengingat wilayah tersebut memiliki banyak kampus unggulan dan kawasan industri strategis.

“Jateng industrinya besar juga, ada Batang, Kendal, Semarang. Tentunya, kita siap memberi bentuk dukungan, lewat dana cofunding,” ucapnya.

Lebih lanjut, Yos menjelaskan bahwa bagi proposal yang terpilih, Kemdiktisaintek akan memberikan dukungan biaya hingga Rp2 miliar selama setahun. Sementara pihak industri juga diharapkan ikut berpartisipasi dalam bentuk dukungan sumber daya maupun dana tambahan.

“Industri bentuk supportnya nanti 50% bantuan in-naturan, seperti alat bantu, sumber daya, material, bisa dari mereka. Kemudian 10% in-cast [uang tunai],” jelasnya.

Sementara itu, Direktur Politeknik Negeri Semarang (Polines), Dr. Garup Lambang Goro, menyambut baik langkah Kemdiktisaintek. Menurutnya, kebijakan tersebut dapat menjembatani riset kampus dengan kebutuhan nyata dunia industri.

“Pada dasarnya riset memang membutuhkan dana. Riset juga tidak bisa berdiri sendiri, harus melihat kebutuhan masyarakat, termasuk industri,” ucap Garup.

Baca juga : UPS Tegal Jalin Kolaborasi Riset Perikanan dengan Jepang

Dengan adanya dukungan ini, diharapkan hasil riset perguruan tinggi tidak hanya berhenti di laboratorium, tetapi juga dapat memberikan dampak nyata bagi pertumbuhan ekonomi dan penguatan sektor industri di Jawa Tengah maupun nasional. (03)

Exit mobile version