Beranda Pendidikan Tim Pengabdian UPGRIS Semarang Perkuat Orang Tua Menuju Masyarakat Ramah Anak di...

Tim Pengabdian UPGRIS Semarang Perkuat Orang Tua Menuju Masyarakat Ramah Anak di Kendal

Kegiatan ini mengusung tema “Menuju Masyarakat Ramah Anak”

Pengabidan Tim Dosen UPGRIS
Foto bersama tim pengabdian dosen dan peserta di MTDA 32 Darul Hasan, Desa Banjarejo, Kecamatan Boja, Kabupaten Kendal. (Foto: dok)

KENDAL, Jatengnews.id – Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) yang digagas dosen Universitas Persatuan Guru Republik Indonesia (UPPGRI) Semarang kembali menghadirkan kontribusi nyata dalam peningkatan kapasitas masyarakat.

Bertempat di MTDA 32 Darul Hasan, Desa Banjarejo, Kecamatan Boja, Kabupaten Kendal, kegiatan ini mengusung tema “Menuju Masyarakat Ramah Anak” guna memperkuat peran orang tua dalam menciptakan lingkungan tumbuh kembang yang aman dan edukatif bagi anak.

Kegiatan dipimpin oleh Arisul Ulumuddin selaku ketua tim PKM, dengan anggota Nur Cholifah, Murywantobroto, dan Ade Ricky Rozzaqi. Kolaborasi ini tidak hanya memperkenalkan konsep masyarakat ramah anak, tetapi juga mendorong para orang tua agar menjadi aktor utama dalam membangun ruang aman, suportif, dan penuh perhatian bagi putra-putri mereka.

Baca juga: KKN UPGRIS Ramaikan Expo KKN Tematik 2025: Lestarikan Budaya dan Dukung UMKM Lokal

Tim dosen menjelaskan bahwa masyarakat ramah anak bukan sebatas penyediaan fasilitas fisik. Lebih jauh, hal tersebut mencakup perubahan pola pikir, kedewasaan emosional, dan kemampuan orang tua membangun komunikasi yang efektif dengan anak.

Pola asuh positif, pengawasan yang proporsional, dan keterlibatan aktif dalam pendidikan merupakan fondasi penting bagi pembentukan karakter anak secara sosial maupun kognitif.

Para peserta pelatihan diajak memahami penerapan konsep tersebut melalui studi kasus, simulasi, dan diskusi kelompok. Banyak orang tua menyampaikan bahwa mereka baru menyadari pentingnya keseimbangan antara disiplin dan empati, serta bagaimana tindakan kecil di rumah mampu memberikan dampak besar bagi perkembangan psikologis anak.

Harapan Terbentuknya Ekosistem Ramah Anak

Ketua Tim PKM, Arisul Ulumuddin, menegaskan bahwa masyarakat ramah anak hanya dapat terwujud jika keluarga menjadi titik awal perubahan.

“Keberhasilan mencetak generasi unggul dimulai dari rumah, tempat karakter dan nilai-nilai dasar dibentuk,” ujarnya.

Komitmen ini disambut positif oleh para peserta yang menunjukkan antusiasme untuk menerapkan ilmu yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari.

Baca juga: Mahasiswa KKN UPGRIS 23 Hidupkan Budaya Lokal Lewat Expo KKN Tematik Bergas 2025

Melalui pelaksanaan PKM ini, tim UPGRIS Semarang berharap perubahan tersebut dapat menjangkau lingkungan yang lebih luas. Ketika orang tua memahami kebutuhan perkembangan anak, sekolah dan masyarakat dapat bergerak bersama menciptakan ekosistem yang aman, suportif, dan berorientasi masa depan.

Program ini menjadi bukti bahwa sinergi antara perguruan tinggi dan masyarakat mampu mendorong gerakan kecil yang berdampak jangka panjang. Menuju masyarakat ramah anak bukan sekadar slogan, tetapi langkah perubahan nyata untuk menciptakan generasi masa depan yang lebih baik. (01).

Exit mobile version