Beranda Pendidikan Gamelan Unnes Raib Saat Salat Jumat, Pelaku Diduga Menyamar Jadi Mahasiswa

Gamelan Unnes Raib Saat Salat Jumat, Pelaku Diduga Menyamar Jadi Mahasiswa

Kampus juga menduga pelaku memiliki kemiripan dengan pelaku pencurian gamelan di sejumlah kampus lain.

Ilustrasi pencurian gamelan di Universitas Negeri Semarang (Unnes). (Foto:AI)
Ilustrasi pencurian gamelan di Universitas Negeri Semarang (Unnes). (Foto:AI)

SEMARANG, Jatengnews.id – Viral di media sosial dengan kabar hilangnya seperangkat gamelan jenis wilahan demung (Gamelan) milik Universitas Negeri Semarang (Unnes).

Dalam narasi yang beredar, pelaku pencurian diduga merupakan orang tak dikenal (OTK) yang menyusup dengan berpura-pura sebagai mahasiswa.

Informasi tersebut salah satunya diunggah oleh akun Instagram @sigid_ariyanto. Hingga berita ini ditulis, unggahan tersebut telah mendapat ratusan respons dan beberapa komentar dari warganet.

Dalam narasinya, ia menyebutkan bahwa kejadian pencurian gamelan seperti ini sebelumnya juga terjadi di kampus lain.

“Sore ini ada kabar gamelang wilahan ‘demung’ Gamelang Gembang Semarang milik Unnes hilang, menyusul ISI Yogya, ISI Solo, UGM,” tulis @sigid_ariyanto dalam caption postingannya pada Senin (20/4/2025) kamarin.

Wakil Dekan II Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Unnes, Burhanuddin menyampaikan, bahwa kejadian pencurian tersebut benar adanya.

Ia menjelaskan, hilangnya alat gamelan baru diketahui saat aktivitas perkuliahan hendak dimulai.

“Waktu mau perkuliahan, alatnya tidak ada, terus disampaikam ke Kaprodi,” ungkap Burhanuddin kepada wartawan, Selasa (21/4/2026).

Dari hasil pengecekan CCTV, diduga pelaku melancarkan aksinya pada Jumat (18/4/2026) lalu.

Dari hasil penelusuran rekaman kamera pengawas, terlihat seorang pria masuk ke ruang di Gedung B7 sekitar pukul 12.20 WIB.

Saat itu kondisi kampus relatif lengang karena sebagian civitas akademika tengah bersiap menjalankan salat Jumat.

“Di situ juga ruang perkuliahan,” ucapnya.

Sehingga, ketika ada yang beraktivitas di lokasi tersebut awalnya dikira mahasiswa.

“Tahunya itu juga mahasiswa. Namun, setelah dicek (CCTV lagi), bukan ternyata. Karena tampilannya hampir bapak-bapak, meskipin di sini ada S2 dan S3 ya,” sambungnya.

Setelah berada di dalam ruangan, pria tersebut keluar sekitar pukul 12.35 WIB.

Ia kemudian sempat menuju Gedung B8 yang juga menyimpan perangkat gamelan Jawa, namun tidak mengambil apa pun dari lokasi tersebut.

“Tapi di B8 belum sempat mengambil alat gamelan karena kami cek ternyata alatnya masih lengkap,” imbuhnya.

Pihak kampus mencatat sebanyak 13 bilah demung hilang dari Gedung B7. Setiap bilah memiliki berat sekitar satu hingga dua kilogram.

“Materialnya ada yang dari perunggu dan kuningan,” terangnya.

Atas kejadian ini, pihak Unnes telah berkoordinasi dengan kepolisian dan melaporkan dugaan pencurian tersebut ke Polsek Gunungpati.

Kampus juga menduga pelaku memiliki kemiripan dengan pelaku pencurian gamelan di sejumlah kampus lain.

“Kalau dilihat-lihat hampir sama orangnya. Kami sudah menghubungi ke Polsek, sudah hadir mereka buat cek CCTV juga,” akunya. (03)

Exit mobile version