KARANGANYAR, Jatengnews.id – Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Karanganyar meminta agar guru honorer dengan masa tugas kurang dari dua tahun atau yang tidak masuk database, tetap dipertahankan. Pasalnya, saat ini Karanganyar masih kekuarangan guru.
Hal tersebut dikatakan Ketua PGRI Karanganyar Sri Wiyanto usai peringatan hari guru Selasa (25/11/2025).
Baca juga : Tujuh Pejabat Bersaing dalam Seleksi Sekda Karanganyar
Menurutnya, PGRI telah menemui pimpinan DPRD Karanganyar, agar guru honorer sejumlah lebih dari 300 orang, tetap dipertahankan.
“Dalam rangka memperingati hari guru ini yang yang kami tekankan adalah nasib guru yang sudah honorer hampir dua tahun yang akan diberhentikan. Saya langsung menghadap Ketua DPRD. Beliau kemudian menindaklanjuti permohonan kami agarnpara guru honorer tersebut tetap dipertahankan,”ujarnya.
Untuk masalah gaji, lanjutnya, akan dibicarakan lebih lanjut.
“Untuk masalah gaji nanti akan dibicarakan lebih lanjut. Yang jelas, guru honorer ini tetap dipertahankan mengingat Karanganyar sampai saat ini masih kekurangan guru,”terangnya.
Disisi lain, mengenai wacana Pemprov Jawa Tengah yang akan menerpakan 6 hari sekolah, Sri Wiyanto mendukung rencana tersebut.
Baca juga : Guru Dituntut Bayar Rp25 Juta, Anggota DPD RI Muhdi Geram Kasus Guru Madin di Demak
Dijelaskannya, salah satu alasan dukungan terhadap 6 hari sekolah tersebut, proses pembelajaran lebih efektif.
“Sebetulnya untuk lima hari sekolah tersebut kurang efektif. Terjadi pemadatan pembelajaran. Kasihan para siswa dan guru. Jika pemerintah menerapkan enam hari sekolah, PGRI mendukung kebijakan tersebut,”terangnya.(02)
