SEMARANG, Jatengnews.id — Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menegaskan komitmennya untuk terus memberikan dukungan kepada guru non-ASN dan guru swasta di tingkat SMA/SMK/SLB.
Dukungan tersebut berupa honorarium yang dibiayai melalui APBD Jateng, dan dipastikan berlanjut hingga 2026.
Baca juga: Pemprov Jateng Telah Angkat 8.909 Guru Tidak Tetap Jadi PPPK
“Insyaallah nanti akan dilanjutkan,” ujar Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin, usai Upacara Peringatan Hari Guru Nasional Tingkat Provinsi Jateng 2025 di halaman Kantor Gubernur Jateng, Selasa (25/11/2025).
Pada 2025, Pemprov Jateng mengalokasikan Rp472,381 miliar untuk BOP Pendidikan yang mencakup honor 3.043 guru non-ASN di satuan pendidikan negeri. Honor bagi guru SMA, SMK, dan SLB tersebut disesuaikan dengan UMK masing-masing daerah.
Sementara itu, dukungan untuk sekolah swasta disalurkan melalui skema BOSDA dengan total anggaran Rp142,632 miliar, termasuk untuk pemenuhan honor guru.
Taj Yasin menambahkan bahwa tantangan profesi guru semakin besar seiring perkembangan zaman. Karena itu, Pemprov Jateng juga mengupayakan peningkatan kompetensi melalui pelatihan serta fasilitasi pendidikan bagi guru yang belum memiliki ijazah D4 atau S1.
Baca juga: Pemprov Jateng Integrasikan Trans Jateng dengan Transportasi Online dan Angkutan Lokal
Pada momen Hari Guru, Pemprov turut memberikan tali asih kepada sejumlah pegawai sekolah dan siswa berprestasi. Salah satunya, pegawai tidak tetap di SLBN Semarang, Rano Priyo Hariyanto, yang menerima bantuan Rp20 juta untuk memperbaiki rumahnya yang rusak akibat terendam rob.
“Saya harapkan Hari Guru ini menjadi momentum untuk maju dari sisi kesejahteraan,” tutur Taj Yasin.(02)
