25.4 C
Semarang
, 19 Januari 2026
spot_img

Ketua DPRD Jateng Sumanto Dorong Petani Berinovasi demi Peningkatan Kesejahteraan

Sumanto mengajak petani untuk berinovasi dan kreatif dalam meningkatkan pendapatan melalui sektor pertanian yang tangguh.

KARANGANYAR, Jatengnews.id – Ketua DPRD Jawa Tengah, Sumanto, mengajak para petani untuk lebih kreatif dan berani melakukan inovasi dalam mengelola lahan agar pendapatan mereka terus meningkat.

Ia menegaskan bahwa sektor pertanian akan menjadi tumpuan penting di masa mendatang dan tidak bisa sepenuhnya digantikan oleh teknologi kecerdasan buatan.

Baca juga : Mangut Beong Jadi Andalan Wisata Kuliner Magelang, Sumanto Dukung Pengembangan Budidaya

Ajakan tersebut disampaikan Sumanto ketika berdialog dengan para petani pada kegiatan Temu Tani di Desa Jatisuko, Kecamatan Jatipuro, Kabupaten Karanganyar, baru-baru ini. Menurutnya, pertanian tetap menjadi sektor yang tangguh menghadapi perubahan zaman karena harga komoditas pangan terus menunjukkan kenaikan.

“Beberapa tahun lalu harga gabah sekitar Rp4.500 per kilogram, sehingga petani sering hanya balik modal, bahkan merugi. Sekarang sudah mencapai Rp7.500, jadi petani bisa mendapat keuntungan,” ujar politisi PDI Perjuangan itu.

Para petani dalam acara Temu Tani di Desa Jatisuko, Kecamatan Jatipuro, Kabupaten Karanganyar, belum lama ini. (Foto : Dok DPRD JATENG)
Ketua DPRD Jateng Sumanto saat berdialog dengan para petani dalam acara Temu Tani di Desa Jatisuko, Kecamatan Jatipuro, Kabupaten Karanganyar, belum lama ini. (Foto : Dok DPRD JATENG)

Ia mengimbau para petani untuk mensyukuri perkembangan tersebut sekaligus makin giat dalam mengolah lahan. Mantan Ketua DPRD Karanganyar itu optimistis harga pangan masih berpotensi naik, terutama melihat situasi global yang diwarnai ancaman krisis pangan.

Sumanto menilai peluang usaha di bidang pertanian masih sangat luas, mulai dari penggunaan bibit unggul, pemanfaatan teknologi sederhana, pengolahan pupuk organik, hingga diversifikasi ke tanaman hortikultura yang saat ini sedang banyak diperlukan pasar.

“Kebutuhan beberapa jenis sayur meningkat. Sayur organik pun memiliki pangsa pasar tersendiri. Jadi jangan terpaku hanya pada padi, jagung, atau ketela karena sudah terbiasa,” ucapnya.

Sumanto juga menekankan pentingnya membaca kebutuhan pasar agar petani tidak terjebak pola tanam yang sama sehingga kehilangan peluang. Menurutnya, bertani kini harus dipandang sebagai usaha yang prospektif, bukan sekadar pekerjaan tradisional.

“Sering kali saat harga cabai naik, semua menanam cabai. Nanti ketika panen serempak, harganya turun dan petani merugi. Pola seperti ini harus diubah,” jelasnya.

Senada dengan itu, Anggota DPRD Karanganyar Budi Santoso mengungkapkan bahwa petani perlu membuat terobosan baru untuk mendongkrak pendapatan. “Selain mengolah lahan, bisa memulai usaha sambilan seperti beternak ayam atau mencoba menanam sayuran yang saat ini permintaannya naik,” ujarnya.

Kepala Desa Jatisuko, Dwi Jangkung Hariyanto, menilai kehadiran Sumanto memberi energi baru bagi para petani. Menurutnya, berbagai penjelasan yang disampaikan mampu mengubah cara pandang masyarakat bahwa bertani merupakan profesi yang menjanjikan.

“Semoga pertemuan ini mengubah mindset petani. Yang dulu dipandang sebelah mata, kini bisa menjadi pekerjaan yang menguntungkan dan memberi masa depan lebih baik,” katanya.

Dwi berharap para petani semakin mampu memanfaatkan potensi daerahnya, termasuk membaca tren komoditas yang tengah diminati pasar. Ia mencatat, dari 2.900 penduduk Desa Jatisuko, sekitar separuh bekerja sebagai petani atau peternak. Dengan luas lahan pertanian lebih dari 100 hektare dan 11 kelompok tani, sebagian besar warga masih menanam komoditas konvensional seperti padi, jagung, dan singkong.

Baca juga : Ketua DPRD Jateng Sumanto Dukung Penuh Keberadaan Penyuluh Antikorupsi Nasional

Ia berharap dorongan dari Sumanto dapat melahirkan lebih banyak petani modern. “Terutama generasi muda yang banyak memilih bekerja di pabrik atau merantau. Harapannya mereka mau kembali dan tertarik mengembangkan sektor pertanian,” ungkapnya. (ADV)

Berita Terkait

BERITA TERBARU

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

BERITA PILIHAN