SEMARANG, Jatengnews.id – Pemerintah Kota Semarang terus memantapkan posisinya sebagai daerah dengan tingkat kunjungan wisata tertinggi di Jawa Tengah.
Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, menegaskan bahwa strategi pengembangan pariwisata akan terus diperkuat melalui penyelenggaraan event berskala besar dan penataan kawasan wisata.
Baca juga : Deswita Jatirejo Raih Juara 1 Apresiasi Festival Desa Wisata Kota Semarang 2025
Menurutnya, capaian kunjungan wisatawan sepanjang 2024 menjadi bukti bahwa program pengembangan pariwisata yang dijalankan Pemkot Semarang berjalan efektif. Tren kenaikan kunjungan menjadi dorongan bagi Pemkot untuk mempertahankan daya saing wisata kota ini.
“Semarang punya kekuatan sebagai pusat kebudayaan, sejarah, dan kreativitas. Untuk itu, event unggulan dan penataan destinasi terus kami dorong agar Semarang tetap menjadi magnet wisatawan,” kata Agustina.
Agustina menjelaskan, penguatan event tahunan menjadi langkah prioritas. Sejumlah gelaran seperti Festival Kota Lama, Semarang Night Carnival, Dugderan, dan Festival Wayang Orang disiapkan secara matang dan konsisten sebagai agenda rutin yang mampu menarik wisatawan, termasuk pada periode kunjungan puncak.
Baginya, event bukan sekadar hiburan, tetapi sarana untuk membangun karakter dan identitas pariwisata Kota Semarang. Karena itu, pemerintah mendorong kolaborasi lintas sektor—mulai dari komunitas budaya, pelaku ekonomi kreatif, hingga dunia usaha.
Selain event, Pemerintah Kota Semarang juga menaruh perhatian pada pembenahan kawasan wisata utama. Beberapa kawasan prioritas yang terus ditata antara lain Kota Lama, Simpang Lima, ruang terbuka publik, hingga area revitalisasi Semarang Lama. Penataan dilakukan untuk meningkatkan aksesibilitas, kebersihan, kenyamanan, keamanan, hingga kualitas pengalaman wisatawan.
“Wisatawan harus pulang membawa kesan positif. Karena itu, taman kota, pedestrian, hingga tata cahaya kami rapikan agar kawasan wisata makin ramah pengunjung,” ujarnya.
Pemkot Semarang memastikan perbaikan fasilitas pendukung dilakukan secara berkelanjutan agar lonjakan kunjungan wisata yang terjadi setiap tahun dapat diimbangi dengan kualitas pelayanan dan sarana publik yang memadai.
Strategi berikutnya adalah promosi digital yang lebih masif. Disbudpar Kota Semarang mengoptimalkan media sosial resmi, kolaborasi dengan kreator konten, komunitas anak muda, serta publikasi kalender event sepanjang tahun. Upaya ini ditujukan untuk menjangkau wisatawan dari berbagai kelompok usia, terutama generasi muda yang aktif di ruang digital.
Menurut Agustina, promosi digital terbukti memberikan eksposur besar terhadap destinasi wisata kota. Ia memastikan strategi tersebut akan terus diperkuat pada 2025 agar nama Kota Semarang semakin dikenal melalui konten kreatif dan kampanye digital.
“Kami ingin Semarang selalu hadir di ruang digital masyarakat. Dengan promosi yang tepat, daya tarik wisata Semarang akan semakin luas,” jelasnya.
Baca juga : Gandeng Hotel untuk Paket Wisata, Desa Wisata Semarang Siap Dongkrak Kunjungan
Pemkot Semarang menargetkan tiga strategi utama—event unggulan, penataan kawasan wisata, dan promosi digital—dilaksanakan secara terpadu untuk menjaga keberlanjutan sektor pariwisata serta mengokohkan posisi Kota Semarang sebagai destinasi wisata unggulan di tingkat nasional. (03)
