27 C
Semarang
, 28 Februari 2026
spot_img

Klub Merby Sediakan Makan Siang Gratis untuk Mahasiswa Korban Bencana di Sumatera

Pelajari solidaritas di Semarang melalui inisiatif menyediakan makan siang gratis bagi mahasiswa terdampak Bencana Sumatera.

SEMARANG, Jatengnews.id – Di tengah kabar duka akibat banjir besar yang melanda Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh, kepedulian datang dari hiruk pikuk Kota Semarang. Muncul pengusaha kuliner yang menyediakan makan siang gratis untuk mahasiswa di Semarang terdampak bencana tersebut.

Kedai Dhahar unit usaha kuliner yang berada di bawah pengelolaan Klub Merby, pusat kegiatan edukasi dan seni budaya khas Semarangan milik Grace W. Susanto menginisiasi program tersebut.

Baca juga : Yayasan Kesehatan Telogorejo Salurkan Bantuan untuk Korban Bencana di Sumatera

Program solidaritas ini dibuka untuk mahasiswa dan pelajar yang sedang menempuh pendidikan di Semarang namun ber-KTP dari daerah bencana. Tanpa syarat berbelit, mereka cukup menunjukkan KTP atau kartu identitas sebagai verifikasi.

“Syaratnya tidak memberatkan. Kami hanya butuh KTP atau KTM untuk referensi, sekadar memastikan bahwa benar mereka berasal dari wilayah terdampak,” ujar Supervisor Kedai Dhahar, Listiana Dewi, saat ditemui Jatengnews.id, Kamis (11/12/2025).

Kedai ini berlokasi di Jalan MT Haryono, Semarang, tak jauh dari Kampus Undip Peleburan dan Kampus Upgris.

Setiap hari, Kedai Dhahar menyediakan menu yang berganti dan disiapkan tanpa MSG. Prinsipnya, makanan bergizi adalah bentuk kepedulian paling dasar untuk membantu mahasiswa tetap fokus belajar.

“Menu di sini bervariasi dan selalu sehat. Kita masak sendiri, jadi kalau pun ada yang datang dan menunya hampir habis, kita tetap masak lagi. Itu bentuk konsistensi kami,” tutur Listiana.

Mahasiswa yang datang dapat memilih langsung makanan dari etalase.

“Seperti prasmanan, tapi tetap dilayani. Ada telur, sayur, menu protein bervariasi tiap hari,” tambahnya.

Program ini berlangsung sejak awal Desember dan direncanakan berjalan hingga akhir bulan. Hingga kini, sudah ada sejumlah mahasiswa yang memanfaatkan fasilitas tersebut.

Listiana mengungkapkan, suasana di kedai sering kali berubah menjadi ruang aman bagi mahasiswa yang sedang diliputi kecemasan. Banyak dari mereka yang kesulitan menghubungi keluarga di kampung halaman pascabencana.

“Kemarin ada yang cerita betapa sulitnya menghubungi keluarga. Mereka gelisah. Ketika makan di sini, mereka bilang merasa seperti punya saudara di Semarang,” ujar Listiana.

Bagi Kedai Dhahar, program ini tidak hanya soal memberi makanan, tetapi juga ruang empati.

“Kami selalu mengajak mereka ngobrol. Kami ingin menunjukkan bahwa kami tulus membantu. Bahwa mereka tidak sendiri,” tuturnya.

Listiana berharap program solidaritas ini dapat memberi kekuatan bagi para mahasiswa yang sedang berjauhan dari keluarga.

“Kami ingin mereka merasakan bahwa di mana pun berada, selalu ada yang peduli. Kita memanusiakan manusia,” katanya.

Setiap hari, Kedai Dhahar memasak dalam jumlah cukup banyak tanpa batas porsi. Jika habis, mereka akan memasak kembali.  Jika ingin datang secara bersamaan, atau ramai-ramai, disarankan untuk reservasi supaya pengelola menyiapkan.

Baca juga : Pemkab Brebes Kirim Ribuan Telur Asin ke Korban Bencana Sumatera dan Aceh

Di tengah berbagai keterbatasan, inisiatif sederhana ini menjadi pengingat bahwa solidaritas dapat hadir dari mana saja, bahkan dari meja makan kecil di sebuah kedai di sudut Semarang. (03)

Berita Terkait

BERITA TERBARU

- Advertisement -spot_img

BERITA PILIHAN