29 C
Semarang
, 14 Januari 2026
spot_img

Pemkot Semarang–BBWS Pemali Juana Finalkan Penetapan Sempadan Sungai Kanal Banjir Barat dan Garang

Pemkot Semarang akan menetapkan garis sempadan sungai. Temukan pentingnya kelestarian sungai dan dampak ekologinya.

SEMARANG, Jatengnews.id – Pemerintah Kota Semarang bersama Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana melaksanakan Pertemuan Konsultasi Masyarakat (PKM) Final terkait Kajian serta Penetapan Garis Sempadan Sungai Kanal Banjir Barat (KBB) dan Sungai Garang. Agenda ini menjadi tahap krusial sebelum aturan pemanfaatan ruang di koridor sungai ditetapkan secara resmi.

Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, menegaskan bahwa keberadaan sungai tidak hanya berfungsi sebagai saluran air, tetapi juga penopang ekologi kota yang wajib dijaga. “Sungai adalah sumber kehidupan. Jika tidak dikelola, dapat berubah menjadi sumber bencana. Karena itu kebersihan dan kelestariannya menjadi tanggung jawab bersama,” ujarnya, Rabu (10/12/2025).

Baca juga : 18,23 Juta Pemudik Diprediksi Masuk Jateng, Jadi Peluang Ekonomi?

Dalam forum tersebut, Pemkot kembali menyoroti persoalan sedimentasi, tumpukan sampah, serta penyempitan ruang sungai yang masih menjadi pemicu banjir di beberapa titik. Wali Kota meminta jajaran kecamatan, kelurahan, hingga komunitas peduli sungai memperkuat patroli kebersihan sekaligus memastikan pompa pengendali banjir tidak terhambat sampah.

Sebagai langkah inovatif, Pemkot menyiapkan metode pemetaan saluran dengan simulasi aliran menggunakan bola ber-chip GPS untuk mengetahui titik kemacetan drainase. Data tersebut akan menjadi dasar penentuan lokasi perbaikan maupun penertiban bangunan yang menghambat aliran.

Penetapan garis sempadan menjadi pijakan utama penyusunan RDTR, program normalisasi sungai, penguatan tebing, hingga pembinaan warga yang bermukim di bantaran. “Dengan garis sempadan yang jelas, pemerintah dan masyarakat memiliki kepastian mengenai area yang boleh dimanfaatkan dan zona yang harus difungsikan kembali sebagai ruang sungai,” kata Agustina.

Pemkot Semarang mengapresiasi pendekatan BBWS yang memasukkan aspek teknis dan sosial secara berimbang. Masyarakat juga diberi ruang luas untuk menyampaikan masukan maupun keberatan selama PKM final berlangsung.

Baca juga : Tim SAR Lanjutkan Pencarian Korban Tenggelam di Banjir Kanal Timur Semarang

Pertemuan ditutup dengan komitmen bersama memperlakukan sungai sebagai ruang hidup yang harus dijaga, agar tetap aman, bersih, dan bermanfaat bagi generasi mendatang. (03)

Berita Terkait

BERITA TERBARU

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

BERITA PILIHAN