32 C
Semarang
, 1 Januari 2026
spot_img

Mahasiswa USM Raih Pendanaan PKM-PM 2025 Lewat Inovasi Qur’an Regulated Santri

Program ini mengintegrasikan nilai-nilai Al-Qur’an dengan strategi Self-Regulated Learning (SRL) untuk mengoptimalkan pembelajaran santri.

SEMARANG, Jatengnews.id – Tim mahasiswa Universitas Semarang (USM) berhasil meraih pendanaan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Pengabdian kepada Masyarakat (PM) 2025 melalui program inovatif bertajuk Qur’an Regulated Santri.

Program ini mengintegrasikan nilai-nilai Al-Qur’an dengan strategi Self-Regulated Learning (SRL) untuk mengoptimalkan pembelajaran santri.

Ketua Tim Quresa, Nadhila Khoirun Nisa, bersama timnya berhasil lolos pendanaan yang diinisiasi oleh Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti). Program tersebut berjudul “Qur’an Regulated Santri: Optimalisasi Strategi Belajar melalui Self-Regulated Learning di Asrama Idzatunnasyiin MTsN 1 Kota Semarang.”

Baca juga: Mahasiswa USM Terpilih sebagai Duta Genre Kota Semarang 2025

Program ini bertujuan meningkatkan kemandirian dan kemampuan belajar santri di Asrama Idzatunnasyiin MTsN 1 Kota Semarang melalui pendekatan SRL yang dipadukan dengan nilai-nilai Al-Qur’an.

Pelaksanaan program berlangsung pada 15 Agustus hingga 28 September 2025, diikuti oleh 50 santri yang terdiri atas 20 santri putra dan 30 santri putri.

“Program ini mencakup berbagai sesi pembelajaran interaktif yang mendorong santri lebih aktif dan bertanggung jawab terhadap proses belajarnya,” ujar Nadhila.

Kegiatan dilakukan secara bertahap, mulai dari pengenalan konsep self-regulated learning, penggunaan buku inovatif Quresa Book, hingga praktik langsung melalui Mentoring Sebaya, Ruang Teras Bening (RTB), serta evaluasi mingguan.

Selain itu, Tim Quresa juga menghadirkan game edukatif seperti Edupoly, permainan yang dimodifikasi dari monopoli klasik sebagai sarana penguatan strategi SRL dan hafalan Al-Qur’an.

“Melalui peran sebagai ketua tim, saya belajar menjadi penghubung antara mitra, anggota tim PKM, dan dosen pembimbing,” jelas Nadhila. Menurutnya, kerja sama tim dan komunikasi efektif menjadi kunci keberhasilan program.

Ia menegaskan bahwa tidak ada strategi khusus dalam penyusunan proposal. “Kami hanya memastikan data yang dituliskan valid dan solusi yang ditawarkan memiliki keunikan,” katanya. Setelah proposal lolos, tim membagi tugas dan menyusun timeline kerja untuk menjaga efektivitas pelaksanaan.

Terkait dampak program, Nadhila menyampaikan bahwa para santri menunjukkan peningkatan dalam keteraturan belajar dan tanggung jawab terhadap cita-cita mereka. “Harapannya, metode self-regulated learning ini dapat terus diterapkan secara mandiri oleh santri,” ujarnya.

Baca juga: Galuh Amanda, Mahasiswa USM Asal Demak Lolos Djarum Beasiswa Plus 2025/2026

Ia juga memberikan pesan kepada mahasiswa lain yang ingin mengikuti PKM. “Jangan takut mengeksekusi ide. Sebagus apa pun ide, jika hanya ada di pikiran, tidak akan berdampak. Berani melangkah adalah kunci kreativitas dan inovasi,” pesannya.

Melalui pencapaian ini, Nadhila Khoirun Nisa dan Tim Quresa membuktikan bahwa inovasi di bidang pendidikan mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat serta berkontribusi dalam membangun generasi santri yang cerdas dan berkarakter. (01).

Berita Terkait

BERITA TERBARU

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

BERITA PILIHAN