32 C
Semarang
, 1 Januari 2026
spot_img

Tim Hibah UNS Dorong Pemanfaatan Singkong Jadi Produk Bernilai Tambah di Desa Genengan Karanganyar

Program pemberdayaan ini difokuskan pada pengembangan potensi lokal melalui pengolahan singkong menjadi produk pangan dan nonpangan bernilai tambah

KARANGANYAR, Jatengnews.id – Pemanfaatan bahan lokal menjadi produk bernilai ekonomi terus didorong melalui kegiatan pendampingan yang dilakukan Tim Hibah Pembelajaran Berdampak Universitas Sebelas Maret (UNS) dari Program Studi S1 Agribisnis bersama Kelompok Wanita Tani (KWT) Sekar Arum di Desa Genengan, Kecamatan Jumantono, Kabupaten Karanganyar.

Program pemberdayaan ini difokuskan pada pengembangan potensi lokal melalui pengolahan singkong menjadi produk pangan dan nonpangan bernilai tambah. Singkong yang selama ini melimpah di lingkungan desa dimanfaatkan secara kreatif untuk meningkatkan nilai ekonomi sekaligus mendukung kemandirian masyarakat.

Pelatihan pembuatan nugget singkong menjadi langkah awal dalam mendorong diversifikasi olahan pangan berbasis bahan lokal. Singkong diolah menjadi produk pangan modern yang lebih sehat dan bernilai jual, dengan memadukannya bersama berbagai jenis sayuran guna meningkatkan kandungan gizi serta menciptakan variasi produk yang lebih menarik bagi konsumen.

Baca juga: Tim Hibah UNS Dorong Digitalisasi dan Legalitas UMKM Desa Genengan Karanganyar

Kegiatan ini dirancang sebagai bagian dari program kewirausahaan masyarakat yang memberikan edukasi praktis, khususnya bagi ibu rumah tangga. Selain mendukung ketahanan pangan desa, pelatihan ini juga membuka peluang pengembangan usaha rumahan yang berpotensi menambah pendapatan keluarga.

Sebagai bentuk keberlanjutan program, Tim Hibah UNS turut memfasilitasi pembentukan komunitas UMKM sebagai wadah kolaborasi antaranggota. Komunitas ini diharapkan mampu memperkuat jejaring pemasaran, menjadi ruang berbagi pengalaman usaha, serta mendapatkan pendampingan lanjutan terkait pengembangan produk dan legalitas usaha.

Selain pengolahan pangan, pendampingan juga dilakukan melalui pelatihan pembuatan sabun alami berbahan ekstrak daun singkong. Daun singkong yang sebelumnya belum dimanfaatkan secara optimal digunakan sebagai bahan baku sabun karena memiliki kandungan senyawa alami yang bermanfaat bagi kesehatan kulit.

Kegiatan diawali dengan sosialisasi mengenai pentingnya pengelolaan limbah berbasis potensi lokal, kemudian dilanjutkan dengan praktik pembuatan sabun mulai dari pengolahan bahan, pencampuran bahan alami, hingga proses pencetakan produk sabun siap pakai.

Melalui pelatihan ini, anggota KWT Sekar Arum mempelajari proses pengolahan daun singkong secara menyeluruh. Program ini tidak hanya menekankan pada peningkatan keterampilan teknis, tetapi juga mendorong tumbuhnya pola pikir kreatif, mandiri, dan inovatif dalam memanfaatkan sumber daya desa.

Baca juga: TIM Hibah MBKM UNS Gelar Pentas Seni di Desa Klakah Boyolali

Rangkaian kegiatan pendampingan ini dirancang untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat dalam mengelola potensi lokal secara kreatif dan berkelanjutan. Tim Hibah UNS berharap KWT Sekar Arum mampu mengembangkan produk inovatif berbasis potensi desa sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat Desa Genengan.

Program ini sejalan dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya dalam mendukung penguatan ekonomi lokal, peningkatan kapasitas masyarakat, serta praktik pembangunan desa yang berorientasi pada keberlanjutan. (01).

Berita Terkait

BERITA TERBARU

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

BERITA PILIHAN